desa nelayan Sumber: Kumparan

Sebuah video yang memperlihatkan situasi kampung nelayan dengan deretan rumah mewah di dalamnya viral di media sosial TikTok. 

Video yang diunggah oleh akun TikTok @elizasifaa itu diunggah pada Senin (24/15). 

Dalam caption pada unggahannya, ia menulis “Tertarik nyari gebetan orang sini gakkk?” ujarnya. 

95 Persen Penduduk Bekerja Sebagai Nelayan

Kampung yang berada di Desa Bendar, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah ini dikenal sebagai kampung nelayan. 

Hal itu karena sekitar 95 persen penduduk yang tinggal di sana bekerja sebagai nelayan. 

Dalam video tersebut, @elizasifaa memperlihatkan kondisi kampung nelayan yang dipenuhi deretan rumah mewah. 

"Ini baru masuk di desanya udah disambut rumah2 gedong. 95% penduduk disini bekerja sebagai nelayan. Walo kampung nelayan..tapi rumahnya jauh dari kata sederhana," tulisnya dalam keterangan video. 

Kondisi berbagai hunian di desa tersebut terbilang megah dan jauh dari kata kumuh. 

Viral di TikTok, Ditonton Lebih dari 4 Juta Kali

desa nelayan mewah

Hingga Jumat (28/5) unggahan video itu telah ditonton sebanyak 4,3 juta kali dan disukai lebih dari 424 ribu pengguna TikTok. 

Postingan tersebut juga dibanjiri oleh lebih dari 14 ribu komentar. 

Meski begitu, rumah-rumah mewah di Desa Bendar ini memang telah ramai dibicarakan sebelumnya. 

Melansir Kompas.com, Desa Bendar disebutkan sebagai pengecualian sebuah desa nelayan. Di desa itu nelayan tak tinggal di gubuk reyot, tetapi di rumah-rumah seperti istana: gedung dua lantai bahkan lebih, pilar-pilar tinggi, lantai berlapis marmer, dan atap genteng beton.

Bahkan, ada beberapa rumah yang dilengkapi kolam renang.

Sempat Jadi Kampung Kumuh

Adapun Desa Bendar terletak di antara Laut Jawa dan Jalan Raya Pos (De Grote Postweg), bersisian dengan Sungai Juwana.

Kini, daerah tersebut dikenal sebagai kampung nelayan mewah. 

Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta terjadi begitu saja, sebab dahulu kampung tersebut juga dikenal kumuh. 

"Tahun '80-an, desa kami memang masih seperti itu. Rumah-rumah masih kumuh dan masyarakat masih miskin," kata Sariyani, salah satu nelayan Bendar.

Berselang puluhan tahun kemudian, sekitar tahun 2008, Sariyani memiliki tujuh kapal, masing-masing berbobot di atas 100 gross ton. 

Harganya diketahui lebih dari Rp 1 miliar per unit. 

Omzet Ratusan Miliar

desa nelayan kaya raya Sumber: Viva

Kehidupan nelayan mulai membaik ketika pemerintah mengeruk Sungai Juwana sekitar tahun 1980-an. 

Sebelumnya, pelumpuran sempat mematikan Juwana, yang dua abad lalu merupakan bandar dan pusat industri galangan kapal pantai utara Jawa, selain Rembang dan Lasem. 

Setelah pengerukan tersebut, banyak kapal yang datang ke Sungai Juwana dan  membuat industri pengolahan ikan pindang pun marak. 

"Pernah dalam setahun omzet tangkapan nelayan di sini mencapai Rp 140 miliar," kata Saryani. 

Nelayan Bendar Tidak Berfoya-foya

Zuhdi, salah seorang nelayan Bendar, menuturkan, rahasia kesuksesan nelayan di kampungnya adalah sifat pantang menyerah yang mereka miliki. 

Nelayan Bendar juga tidak suka berfoya-foya. 

"Sejak dari menjadi ABK (anak buah kapal), kami berhemat agar dapat membeli kapal sendiri," ujar Zuhdi. 

Zuhdi menambahkan, ekonomi nelayan juga ditopang peran perempuan yang ikut bekerja. 

"Mereka yang biasa menjual hasil tangkapan. Sisanya diolah menjadi ikan pindang," kata Zuhdi. 

Hubungan kekerabatan juga sangat kental di Bendar. 

Nakhoda dan kepala kamar mesin rata-rata memiliki hubungan saudara dengan pemilik kapal. 

Selain itu, nakhoda dan krunya kebanyakan juga memiliki saham di kapal yang mereka operasikan. 

Jangan lupa kunjungi artikel.rumah123.com untuk dapatkan artikel menarik lainnya seputar properti. 

Kamu juga bisa mencari properti yang sesuai kebutuhanmu seperti Canary Residence hanya di www.rumah123.com.

Bagikan:
502 kali