Kamu tak akan pernah menemui warung nasi di desa unik satu ini karena ada aturan yang tak boleh dilanggar!

Dikenal sebagai makanan pokok, kamu akan dengan mudah menemukan nasi di berbagai daerah di Indonesia. 

Namun, jangan berharap kamu akan menemukan warung nasi di Desa Penimbun, Kecamatan Karangayam, Kebumen, Jawa Tengah ini. 

Sebab, desa unik ini mempunyai pantangan untuk tidak berjualan nasi. 

Jika dilanggar, maka orang tersebut bisa mendapatkan musibah. 

Kepercayaan itu diketahui sudah dilakukan secara turun-temurun oleh warga Desa Penimbun. 

Mereka semua meyakini larangan tersebut benar adanya sehingga tak ada yang berani untuk melanggarnya. 

Konon Kena Kutukan Bilang Melanggar

desa penimbun sumber: Detik.com

Dalam video yang ditayangkan CNN Indonesia, terlihat bahwa Desa Penimbun dikelilingi oleh perbukitan dan hamparan sawah seperti desa-desa lainnya. 

Namun, dari banyaknya warga di sana, tak ada satupun yang membuka warung untuk menjual nasi. 

Larangan berjualan nasi ini diketahui telah ada sejak zaman nene moyang. 

Konon, ada seorang musafir yang kelaparan melewati dan mampir di desa ini. 

Ia pun kemudian meminta nasi pada setiap rumah warga. 

Namun karena sedang mengalami masa panceklik, tak ada warga yang mau memberi nasi kepada musafir tersebut. 

Lataran tak ada yang memberinya nasi, musafir itupun marah dan mengeluarkan kata-kata atau semacam kutukan. 

Ia mengatakan kelak anak hingga cucu di desa unik jangan ada yang memperjualbelikan nasi. 

Jika hal tersebut dilanggar, maka akan ada musibah yang menimpa desa ini. 

Alami Musibah, Gangguan Mental, Hingga Meninggal Dunia

Desa Penimbung Kebumen Sumber: inews.com

Musibah yang terjadi dapat bermacam-macam, misalnya warga mengalami gangguan mental hingga meninggal dunia secara tidak wajar. 

Hal itulah yang membuat warganya tetap teguh untuk memegang kepercayaan tersebut. 

Cerita itu kemudian diperkuat oleh Kepala Desa Penimbunan, Saijan. 

Ia membenarkan pantangan tersebut dan melarang warganya untuk berjualan nasi. 

Namun, meski ta menjual nasi, semua warga wajib memberikan nasi secara cuma-cuma jika ada pendatang yang mampir ke warungnya.

Saijan sendiri mengaku tak tahu persis darimana awal mula cerita tersebut. 

Namun, larangan tersebut memang terbukti adanya. 

Pasalnya, ia pernah melihat warga yang melanggar hal tersebut. 

Entah kebetulan atau tidak, warga tersebut pasti mengalami musibah seperti mendadak menjadi gila bahkan sampai meninggal dunia. 

Meski begitu, Saijan menuturkan warganya tetap diperbolehkan menjual ketupat atau lontong. 

Meski berbahan dasar sama, tetapi makanan tersebut telah diolah sehingga namanya berubah bukan lagi nasi. 

Ia menegaskan yang dilarang di desanya ini adalah segala sesuatu yang berjenis nasi. 

Mulai dari nasi rames, nasi goreng, nasi uduk, nasi singkong dan lain sebagainya.

Jangan lupa kunjungi artikel.rumah123.com untuk dapatkan artikel menarik lainnya seputar properti. 

Kamu juga bisa mencari properti yang sesuai kebutuhanmu seperti Springhill Yume Lagoon hanya di www.rumah123.com.

Bagikan:
621 kali