vaksin covid-19

Ada sejumlah pilihan merek vaksin Covid-19, banyak orang yang membandingkan efektivitasnya, sebenarnya vaksin mana yang paling ampuh, yuk disimak.

Indonesia masih harus berjuang keras untuk bisa mencapai paling tidak 50 persen warganya mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan per Selasa (29/6/2021), sebanyak 28.304.774 orang di Indonesia telah menerima vaksin Covid-19 dosis pertama.

Sedangkan mereka yang termasuk penerima vaksin Covid-19 hingga dosis kedua telah mencapai 13.329.738.

Masih menurut Kemenkes, ada empat kelompok masyarakat yang telah menerima vaksinasi yaitu, tenaga kesehatan, petugas layanan publik, lansia di atas 60 tahun dan tenaga pendidik.

Proses tersebut berlanjut pada ke tahap masyarakat umum di atas usia 18 tahun yang suddah berjalan selama beberapa pekan.

Pastinya kamu sering mendengar teman atau kerabat yang bertanya vaksin apa yang diberikan saat ada program vaksinasi. Banyak yang mengeluh mengenai vaksin AstraZeneca yang menyebabkan kantuk, demam, dan lainnya. Sementara banyak yang memilih ingin mendapatkan vaksin Sinovac, namun tidak sedikit yang berharap memperoleh Pfizer. Sebenarnya, vaksin Covid-19 mana yang paling ampuh? Situs properti Rumah123.com akan membahasnya dari berbagai sumber terutama laman berita.

Vaksin Manakah yang Paling Ampuh?

1. Sinovac

Berdasarkan uji klinis BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), vaksin Sinovac memiliki tingkat efikasi 65,3 persen.

Sinovac telah memenuhi standar mutu dan keamanan Badan Kesehatan Dunia, WHO yang mematok syarat efikasi minimal 50 persen.

Efek samping yang ditimbulkan oleh vaksin Sinovac akan berbeda-beda pada tiap orang, mencakup nyeri, iritasi, kemerahan, pembengkakan, nyeri otot, kelelahan serta demam.

2. Sinopharm

Berdasarkan uji klinis fase 3 di Uni Emirat Arab dan beberapa negara lainnya, vaksin Sinopharm memiliki tingkat efikasi sebesar 78,02 persen.

Kepala BPOM, Penny K Lukito menjelaskan untuk bisa membentuk antibodi, penyuntikan vaksin Sinopharm 2 dosis pada usia 18 tahun ke atas dengan jeda 21-28 hari.

Efek samping lokal ringan mencakup rasa nyeri dan kemerahan, beberapa ada yang merasakan sakit kepala, nyeri otot, diare dan batuk.

3. Astra Zeneca

Dilansir dari laman Detik.com, uji klinis tahap ketiga di Brasil dan Inggris menunjukkan efikasi Astra Zeneca sebesar 70,4 persen.

Menurut WHO, vaksin ini 63,09 persen efektif mencegah gejala pada infeksi Covid-19.

Sedangkan efek samping yang umum yeri, gatal, rasa panas di sekitar bekas suntikan, tidak enak badan, sakit kepala, mual, menggigil, demam, pilek dan batuk.

4. Pfizer

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), vaksin Pfizer-BioNTech 95 persen efektif mencegah Covid-19.

Dua dosis vaksin Pfizer 96 persen efektif mencegah risiko rawat inap pada pasien Covid-19 akibat varian Delta.

Efek samping vaksin ini kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, menggigil, nyeri sendi, dan demam.

Hmm, apapun pilihan vaksinnya, sebaiknya kamu memang ikut vaksinasi sebagai bagian dari mengatasi pagebluk Covid-19.

Situs properti Rumah123.com selalu menghadirkan artikel menarik mengenai gaya hidup atau lifestyle.

Rekomendasi terbaik untuk memiliki rumah mewah di Tangerang, Banten pastinya adalah Sutera Winona.

Bagikan:
295 kali