Ilustrasi Ilustrasi. Foto: Rumah123/iStock
 

Proses kepemilikan rumah bagi MBR, menurut Ketua REI (Real Estate Indonesia), Eddy Hussy, masih dipersulit.

"Ada satu hal yang mengganggu proses percepatan, yakni MBR harus melaporkan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Jadinya, memakan waktu lagi proses administrasinya," katanya pada pembukaan Pameran Rumah Rakyat di Exhibition Hall Smesco, Jakarta, Rabu (9/11).

Baca juga: Pengen Ajukan KPR Sejahtera FLPP? Inilah Syaratnya!

Dia menyarankan kepada pemerintah agar pekerja yang mendapat gaji di bawah Rp4,5 juta tidak diharuskan melaporkan NPWP. "Seharusnya pemerintah tidak menyulitkan pembeli. Suku bunganya tidak usah sama," ujarnya lagi.

REI sendiri telah membangun sebanyak lebih dari 60 unit rumah subsidi sepanjang 2016. Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyiapkan anggaran 2017 sebesar Rp9,4 triliun untuk penyaluran dana FLPP.

Baca juga: KPR FLPP di Jakarta Masih Rendah

"Penyaluran FLPP belum cair, jadinya dialihkan pada SSB (Selisih Suku Bunga). Pembangunan lagi-lagi tergantung anggaran, tahun depan anggarannya besar. Mudah-mudahan kami bisa garap lagi rumah atau rusunami bagi MBR," katanya. (Wit)

Bagikan:
1304 kali