Tukang Las Ini Digaji Hingga Rp70 Juta Tribunnews.com

Siapa yang tak ingin pekerjaan dengan gaji yang besar, bahkan hingga puluhan juta rupiah per bulan?

Meski begitu, gaji besar biasanya mengikuti tanggung jawab serta beban kerja dari sebuah profesi. 

Sama halnya dengan tukang las yang viral dengan gaji hingga puluhan juta per bulan ini. 

Meski memiliki gaji yang cukup besar, ternyata ada risiko pekerjaan yang harus ditanggungnya lho, bahkan hingga bertaruh nyawa. 

Bagaimana kisahnya? Yuk simak selengkapnya di bawah ini:

Gaji Hingga Rp70 Juta per Bulan

Gaji tukang las ini tidak main-main, saat sedang ramai penghasilannya bisa mencapai Rp 70 juta per bulan. 

Meski begitu, hal itu tergantung durasi dan kerumitan proyek yang dikerjakannya. 

Profesi ini juga tak sembarangan dikerjakan banyak orang, sebab ia juga harus pandai menyelam. 

Hal itu karena tukang las yang dimaksud harus bekerja di bawah laut. 

Salah satunya adalah Ahmad Maulana alias Opank, seorang penyelam komersial sekaligus tukang las yang belum lama ini viral. 

"Per bulan kasarannya bisa sekitar antara range Rp 10-30 juta. Tergantung proyek berapa lama dia bekerja. Bisa sampai Rp 60-70 juta," ujarnya seperti yang dilansir detikcom.

Opank akan bekerja jika terjadinya masalah di bawah laut, seperti kabel Jasuka yang terganggu. 

Mereka lah yang akan turun ke bawah laut untuk memperbaiki kabel tersebut. 

"Ada pemasangan pipa, pengelasan juga, dan lain-lain," tutur Opank. 

Wajib Punya Fisik sehat

Meski bergaji besar, namun pekerjaan penyelam komersial ini juga penuh dengan risiko. 

Menurutnya, sebelum turun ke laut, penyelam harus dipastikan dalam keadaan sehat jasmani dan mental. 

Jika ada masalah, maka penyelaman harus dibatalkan. 

"Harus prima. Harus, harus. Satu yang wajib dilakukan adalah screening di kesehatan. Kita harus melakukan tahapan. Uji fisik, uji lab, kayak medical check up setahun sekali,“ ujarnya.  

Bertaruh Nyawa Demi Nafkah

Kondisi lapangan pekerjaan yang kadang sulit ditebak membuat profesi tukang las bawah laut ini harus mempertaruhkan nyawa. 

Tak hanya itu, mereka juga harus menyiapkan berbagai peralatan selam yang mumpuni ketika turun ke laut. 

"Tiba-tiba cuaca buruk, Tiba-tiba arus kencang, datang tidak bisa diduga. Kita harus siap situasi seperti itu. Kegagalan mesin bisa juga terjadi," tutur pria yang sudah menekuni profesi ini sejak tahun 1998.

Jangan lupa kunjungi artikel.rumah123.com untuk dapatkan artikel menarik lainnya seputar properti. 

Kamu juga bisa mencari properti yang sesuai kebutuhanmu seperti Cendana Lippo hanya di www.rumah123.com.

Bagikan:
331 kali