Foto: Rumah123/iStock
   

Penyebab milenial gak bisa beli rumah saat ini antara lain karena belum mampu bayar uang muka (DP). Untuk itu, perlu ada cara atau jembatan agar milenial bisa sampai di nominal DP.

“Kalau milenial punya tujuan keuangan, semisal beli rumah, maka harus menyisihkan persentase dari gajinya untuk diinvestasikan agar bisa beli rumah,” kata salah seorang konsultan Schroders Indonesia, Adrian Maulana, di acara yang digelar Rumah123, Kamis (18-05-2018), di Gedung 88, Kota Kasablanka, Jakarta.

Baca juga: Dari Muda Investasi, Udah Tua Kaya Sekali

Adrian mengatakan, paling tidak 20 persen dari penghasilan dialokasikan untuk dana darurat, investasi dan asuransi. Sebanyak 30 persennya untuk cicilan produktif, 10 persen untuk pos kebaikan, dan 40 persen untuk kebutuhan hidup rutin. “Nah, jadi jangan yang diinvestasikan atau ditabung itu adalah sisanya, tapi memang kita sudah sengaja menyisihkannya.”

Untuk mencapai jumah dana DP, bagian yang 20 persen itu bisa ditanam secara rutin di Reksa Dana. “Untuk tujuan keuangan jangka menengah semisal beli rumah, bisa menabung secara rutin dananya melalui Reksa Dana,” kata Adrian lagi. “Kalau di tabungan biasa atau deposito maka harga rumah gak akan terjangkau karena suku bunganya gak akan meng-cover kenaikan harga rumah dan juga kenaikan gaji milenial,” katanya lagi.

Baca juga: Gaji Kecil Kok Investasi? Salah Kaprah Keleuuusss!

Agar milenial bisa menyisihkan dana dari gaji bulanan ke Reksa Dana, maka perlu bikin sehat dulu kondisi keuangannya. Ini empat langkah yang dipaparkan Adrian agar kondisi finansial kamu bisa disebut sehat:

Kesatu, lunasi utang konsumtif, semisal utang kartu kredit.

Kedua, arus kas harus positif. Artinya, pengeluaran lebih kecil ketimbang pendapatan.

Ketiga, siapkan dana darurat sebesar 3-12 kali pengeluaran bulanan.

Keempat, investasi rutin secara berkala, semisal Reksa Dana.

Nah, dengan secara rutin menyisihkan dana untuk Reksa Dana, gak mustahil deh nominal DP rumah yang kamu idamkan bisa tercapai.

 

Bagikan: 1042 kali