(Ki-Ka) Head of Brand and Consumer Marketing PT ICI Paints Indonesia (AkzoNobel Decorative Paints) Anastasia Tirtabudi, Managing Director AkzoNobel Decorative Paint Southeast & amp; South Asia, Middle East Jeremy Rowe, Interior Designer Diana Nazir, dan President Director PT ICI Paints Indonesia (AkzoNobel Decorative Paints Indonesia) Jun de Dios di instalasi Denim Drift pada acara peluncuran Colour Futures 2017 di Sheraton Hotel, Jakarta, Kamis (15/12). Foto: Rumah123/AkzoNobel
 

Tahun Baru, semangat baru. Life in a new light (kehidupan dengan perspektif baru), itulah tema besar yang ditiupkan AkzoNobel. Perusahaan cat dan pelapis terkemuka di dunia dan produsen Dulux ini mengumumkan proyeksi tren tahunannya, ColourFuturesTM, di Sheraton Hotel, Jakarta, Kamis (15/12).

Managing Director AkzoNobel Decorative Paints South East & South Asia, Middle East, Jeremy Rowe, mengatakan, “Dengan berbagai perubahan yang terjadi di dunia saat ini, masyarakat mengambil sudut pandang baru dalam elemen kehidupan setiap harinya. Keluarga dan teman, pekerjaan, hubungan dengan alam, serta pengalaman yang menyenangkan. Terinspirasi hal ini, kami berharap tema besar Life in a New Light berikut berbagai tren warna yang kami rumuskan dapat memberikan pengaruh di 2017.”

Baca juga: Ga Cuma Rumah, Warna Denim Drift Juga Bisa Buat Fashion

Dia lantas menjelaskan tentang Colour of the Year 2017, “Biru merupakan warna kehidupan sehari-hari, warna yang menyejukkan, sekaligus menenangkan.”

Adalah Denim Drift yang disebut-sebutnya merupakan tren warna 2017. “Di katalog kami, warna tersebut tampak sebagai indigo blue ke-biru-abu-an yang lebih muda, bernama Smoke Grey,” kata Jeremy lagi.

Menurutnya, mengaplikasikan Denim Drift pada seluruh nuansa kehidupan dan gaya interior merupakan pilihan yang sempurna karena mencerminkan perspektif baru AkzoNobel di 2017. Denim Drift adalah warna yang sebaiknya jadi pilihan kita untuk setahun ke depan.

Baca juga: Kayak Apa Sih Warna Denim Drift yang Bakal Jadi Tren 2017?

AkzoNobel telah mengembangkan serangkaian palet warna berspektrum biru berikut tones-nya, sehingga terciptalah cara baru untuk mengombinasikan warna.

“Warna biru tua dan muda yang kontras bisa mengubah suasana hati (mood) kita dalam ruangan. Denim Drift dikombinasikan dengan beberapa warna muda akan menghasilkan nuansa segar dan lapang. Sedangkan ketika kita menggunakan warna (biru) gelap akan menciptakan atmosfer dramatis dan syahdu,” kata Jeremy.

Jangan khawatir warna biru akan mengesankan atmosfer murung. Ada banyak variasi cara dalam mengaplikasikan warna ini. Mari kita tengok:

New Romanticism:

Alam memungkinkan kita untuk terhubung kembali dengan sisi spiritual kita, serta memastikan kondisi pikiran dan jiwa kita berada dalam kondisi prima. Walaupun tren ini hasil pemikiran serius, tapi menjelma menjadi tampilan rumah yang bergaya boho, eclectic fashion, yang membuat kita membaur dengan alam, sekaligus menciptakan transformasi kreatif dalam hunian.

New Romanticism, Denim Drift, AkzoNobel. Foto: Rumah123/AkzoNobel

Shared Individualism:

AkzoNobel telah mengamati bagaimana para individu berkumpul menciptakan suatu network atau keluarga, baik itu pertemanan, relasi hingga masyarakat yang lebih luas sebagai tempat berbagi ide, mimpi dan ruang. Kombinasi warna ini memberikan nuansa segar dan ceria, yang cocok diaplikasikan pada ruangan bersama.

Shared Individualism, Denim Drift, AkzoNobel. Foto: Rumah123/Dok. AkzoNobel

The Working Home:

Kini rumah juga berfungsi sebagai kantor. Sementara kantor pun terasa semakin seperti rumah. Kita butuh tempat yang indah untuk bekerja di rumah, juga inspirasi baru.

AkzoNobel menawarkan palet warna yang dapat membantu menciptakan berbagai area berbeda dalam rumah. Kita dapat bekerja dari rumah, baik di dapur sambil menikmati secangkir kopi maupun menciptakan sebuah area khusus di rumah sebagai ruang kerja yang lebih nyaman, nyantai, tapi tetap bisa fokus saat bekerja.

The Working Home, Denim Drift, AkzoNobel. Foto: Rumah123/Dok. AkzoNobel

Considered Luxury:

Tren ini mewakili gaya hidup baru, yakni sebuah gaya konsumerisme ketika nilai ditentukan bukan dari kepemilikan barang mewah bermerek melainkan dari pengalaman bermakna.

Gaya hidup baru tersebut membuat kita lebih memilih untuk punya sedikit barang namun yang berkualitas premium. Indera kita dirangsang dengan cara yang ajaib dan kuat melalui tekstil yang lembut, sentuhan warna dinding yang berkelas, keharuman yang khas, dan musik yang menyentuh jiwa. Kesemua itu merupakan ‘kemewahan’ tersembunyi dan sederhana.

Considered Luxury, Denim Drift, AkzoNobel. Foto: Rumah123/Dok. AkzoNobel
Bagikan: 2203 kali