transpatriot bekasi- rumah123.com Ilustrasi Bus. Operator Bus Transpatriot Bekasi Memutuskan untuk Memberlakukan Tarif dengan Batas Atas dan Batas Bawah untuk Koridor 2 dan 3 (Foto: Rumah123/Getty Images)

Transpatriot Bekasi koridor 2 dan 3 mulai beroperasi dengan menerapkan batas atas dan bawah. Hal ini berbeda dengan Transpatriot koridor 1.

Dinas Perhubungan Kota Bekasi telah resmi menetapkan tarif atas dan tarif bawah untuk dua koridor baru Transpatriot.

Transpatriot memiliki dua koridor baru yaitu Vida Bantargebang-Summarecon Bekasi yang merupakan koridor 2 dan Wisma Asri-Sumber Arta yang menjadi koridor 3.

Baca juga: Transpatriot Bekasi Bakal Dapat Subsidi Pemkot, Yuk Naik Transportasi Massal

Laman berita online Kompas.com menyitir pernyataan Kepala Dinas Angkutan Dinas Perhubungan Kota Bekasi Fatikhun bahwa tarif bawah sebesar Rp5.500, sementara tarif atas mencapai Rp11.500.

Fatikhun mengungkapkan kalau Transpatriot koridor 2 dan 3 ini merupakan angkutan non subsidi. Tarif sudah mulai diberlakukan mulai Senin (16/9/2019).

Pengelola Transpatriot yaitu Perusahaan Daerah Mitra Patriot (PDMP) yang menentukan besaran tarif. Transpatriot memang dikelola oleh BUMD (Badan Usaha Milik Daerah).

Baca juga: Tarif Transpatriot Cuma Rp4.000, Yuk Cari Rumah di Bekasi Aja

“Kita pemerintah hanya bertugas menetapkan tarif itu supaya menyesuaikan di masyarakat. Karena kalau terlalu rendah merusak pasar kalau terlalu tinggi enggak laku, makanya kita tetapkan tarif atas dan tarif bawah,” kata Fatikhun.

Transpatriot Bekasi Koridor 2 dan 3 Sempat Menjalani Uji Coba

Transpatriot sudah mulai mengoperasikan bus di dua koridor baru sejak 22 Agustus 2019. Seluruh armada bus dioperasikan secara gratis. Masyarakat tidak perlu membayar saat naik.

Direktur PD Mitra Patriot Tubagus Hendra menyatakan operator akan menggratiskan bus. Setelah itu, PD Mitra Patriot akan memberlakukan tarif.

Operator sempat memberlakukan tarif flat Rp7.000 untuk sekali perjalanan untuk setiap penumpang. Tarif berlaku untuk jarak jauh maupun dekat.

Baca juga: Transpatriot dan Transjakarta Bakal Terintegrasi, Yuk Cari Rumah di Bekasi

Transpatriot mendapatkan 20 bus untuk operasional dua koridor ini. Bus ini merupakan hibah dari Kementerian Perhubungan. Bus-bus ini sempat terbengkalai selama delapan bulan.

Pembayaran bus oleh penumpang menggunakan cara non tunai. Saat ini, baru bank pemerintah BNI yang menyediakan kartu pembayaran.

Transpatriot Bekasi Koridor 1 Beroperasi Sejak November 2018

Transpatriot baru beroperasi sejak November 2018. Transportasi umum ini sempat mangkrak lantaran tidak menemukan operator selama 11 bulan sejak Desember 2017.

Koridor 1 adalah Terminal Bekasi-Harapan Indah dan sebaliknya. Rute pertama yaitu Terminal Bekasi-Harapan Indah mempunyai jarak 14,7 kilometer. Sementara rute kedua yang merupakan sebaliknya antara Harapan Indah-Terminal Bekasi memiliki jarak 9,6 kilometer.

Kebetulan, arah perjalanan keduanya memang berbeda. Rute pertama memiliki 21 halte, sedangkan rute kedua mempunyai 13 halte.

Baca juga: Tertarik Naik Transpatriot, Warga Bekasi Minta Jumlah Rute Ditambah

Bus Transpatriot beroperasi sejak pukul 05.00 hingga 21.00 WIB (Waktu Indonesia Barat). Operator mematok tarif flat yaitu Rp4.000. Tarif ini mendapatkan subsidi dari Pemerintah Kota Bekasi.

Penambahan koridor Transpatriot ini tentunya memperbanyak transportasi di dalam kota Bekasi. Bekasi dan Jakarta sudah terkoneksi dengan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line dan bus Transjakarta. Nantinya, LRT (Light Rail Transit/Lintas Rel Terpadu) Jabodebek (Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi) akan beroperasi pada 2021.

Bagikan: 1059 kali