mikrotrans transjakarta- rumah123.com Pengelola Transjakarta Akan Menambah Jumlah Armada Mikrotrans. Mikrotrans Akan Menjadi Pengumpan Atau Feeder Bagi Transjakarta (Foto: Rumah123/Getty Images)

Transjakarta akan terus menambah armada mikrotrans. Rencananya, Transjakarta akan memperbanyak hingga 1.441 armada dalam tempo lima bulan.

Pengelola BRT (Bus Rapid Transit) Transjakarta, PT Transjakarta berencana untuk menambah armada Mikrotrans hinggga 1.441 armada dalam lima bulan mendatang. Mikrotrans merupakan angkutan perkotaan (angkot) yang menjadi angkutan pengumpan (feeder) bagi Transjakarta.

Saat ini, sudah ada 1.200 armada Mikrotrans yang melayani 48 rute di seluruh Jakarta. Belum lama ini, Transjakarta menambah tiga rute Mikrotrans.

Baca juga: LRT Jakarta Resmi Terintegrasi dengan Transjakarta Koridor 4

Seperti dikutip oleh situs berita online Republika.co.id, Direktur Pelayanan dan Pengembangan Transjakarta Achmad Izzul Waro menyatakan keberadaan Mikrotrans terus bertambah secara signifikan.

“Ke depan akan coba terus kami tambah ya. Kami menargetkan dalam lima bulan sudah ada 1.441,” ujar Achmad. Dia optimistis bahwa target bisa terealisasi.

Achmad menyatakan banyak manfaat yang bisa didapatkan dari program Mikrotrans ini, baik dari pemilik kendaraan angkutan umum hingga masyarakat pengguna transportasi.

Mikrotrans Terintegrasi dengan Jak Lingko

Achmad melanjutkan bahwa pihaknya akan terus mengajak para pemilik armada angkutan perkotaan untuk bergabung dengan program Jak Lingko. Dia memaparkan visi bagaimana seluruh wilayah DKI Jakarta tanpa terkecuali terintegrasi dengan Jak Lingko.

Sebenarnya, kehadiran Mikrotrans bisa membantu masyarakat yang ingin menuju ke suatu tempat tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi.

Masyarakat tidak perlu lagi membeli bahan bakar, tidak memerlukan investasi kendaraan, dan tidak mengeluarkan biaya perawatan kendaraan lantaran sudah menggunakan angkutan umum dan juga transportasi massal.

Baca juga: Transjakarta Punya Rute Baru 13 F, Kampung Melayu-Puri Beta

Mikrotrans ini akan terintegrasi dengan Jak Lingko. Sistem integrasi transportasi publik ini merupakan transformasi dari OK Otrip.

Lingko berarti jejaring yang diambil dari sistem persawahan tanah adat di Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Nama ini dipilih lantaran mencerminkan jejaring.

Jak Lingko mulai diperkenalkan sejak 1 Oktober 2018 oleh Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno. Tidak ada perbedaan antara OK Otrip dengan Jak Lingko, namun Jak Lingko memang lebih terintegrasi.

Mikrotrans Juga Terintegrasi dengan Transportasi Massal Lainnya

Mikrotrans sudah tentu terintegrasi dengan Transjakarta karena memang berstatus sebagai angkutan pengumpan. Angkutan perkotaan ini juga terintegrasi dengan sarana transportasi massal lainnya.

Saat ini, sejumlah rute Mikrotrans terintegrasi dengan LRT (Light Rail Transit/Lintas Rel Terpadu) Jakarta untuk trase atau rute Kelapa Gading-Velodrome Rawamangun.

Transjakarta sendiri sudah terintegrasi dengan MRT (Mass Rapid Transit/Moda Raya Terpadu) dan juga LRT Jakarta. Nantinya, LRT Jabodebek (Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi) akan mulai dioperasikan meski tidak dalam waktu dekat. Pastinya ada integrasi Transjakarta dengan LRT Jabodebek.

Baca juga: Demi Keamanan, Bus Listrik Transjakarta Akan Dibuat Berisik

Sebenarnya, semua moda transportasi massal seperti Transjakarta, LRT, MRT, KRL (Kereta Rel Listrik) Commuter Line, hingga kereta bandara akan terintegrasi di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Artinya Mikrotrans yang menjadi pengumpan Transjakarta juga akan terhubung.

Yuk, mulai dari sekarang biasakan untuk naik transportasi massal. Saatnya untuk ikut berperan dalam mengurangi polusi udara di Jakarta.

Bagikan: 683 kali