transjakarta- rumah123.com Ilustrasi Bus. Operator Transjakarta Berencana untuk Menguji Coba 100 Bus Listrik Pada 2020. Transportasi Massal yang Ramah Lingkungan Diharapkan Bisa Mengatasi Polusi Udara di Jakarta (Foto: Rumah123/Getty Images)

Jakarta akan memiliki transportasi massal yang ramah lingkungan pada 2020. Transjakarta berencana menguji coba 100 bus listrik.

Operator BRT (Bus Rapid Transit) Transjakarta, PT Transjakarta menargetkan bisa mengoperasikan 100 bus listrik pada 2020. Rencana ini menjadi pilot project sebelum seluruh armada Transjakarta menggunakan bus listrik.

Situs berita online Kumparan.com melansir pernyataan Direktur Utama Transjakarta Agung Wicaksono bahwa operator akan mulai melakukannya dengan target 100 armada pada 2020.

Baca juga: Bus Listrik Akan Jadi Andalan Transjakarta Pada Masa Depan

Agung belum mengetahui mengenai anggaran yang disiapkan untuk pengadaan bus listrik. Nantinya, anggaran yang disediakan untuk bus listrik disesuaikan dengan kebutuhan.

Transjakarta juga melakukan sejumlah persiapan lainnya. Operator telah menandatangi nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) mengenai penyediaan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) untuk bus listrik Transjakarta.

Transjakarta Sudah Menguji Coba Tiga Bus Listrik

Saat ini, Transjakarta baru melakukan tahap pra uji coba terhadap tiga bus listrik. Uji coba dilakukan untuk mengetahui kebutuhan saat operasional.

PT Transjakarta juga akan mengurus beragam perizinan bus listrik ke Kementerian Perhubungan. Ada berbagai hal yang harus dipenuhi.

Bus listrik yang diuji coba masih milik perusahaan yang memproduksi bus. Bus belum bisa diuji coba di jalur Transjakarta lantaran belum memiliki pelat nomor kendaraan.

Baca juga: Transjakarta Operasikan Rute Baru 10 F, Terkoneksi dengan LRT Jakarta

Ketika bus listrik diuji coba, kendaraan ini belum mengangkut penumpang. Untuk melakukan uji beban, bus listrik menggunakan galon air minum.

Bus listrik ini juga harus memenuhi beberapa persyaratan. Salah satunya bus listrik harus memiliki suara ketika lewat agar pengendara lain bisa menyadari kehadiran bus.

Bus Listrik Transjakarta Jadi Salah Satu Cara Mengurangi Polusi di Jakarta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan sejumlah cara untuk mengurangi polusi dan juga memperbaiki kualitas udara di Jakarta. Ibu kota sempat menjadi salah satu kota dengan kualitas udara terburuk di dunia berdasarkan data AirVisual.

Untuk mengatasi masalah ini, Pemprov DKI Jakarta menyediakan transportasi massal. Jakarta telah memiliki Transjakarta, MRT (Mass Rapid Transit/Moda Raya Terpadu) Jakarta, dan KRL (kereta rel listrik) Commuter Line.

LRT (Light Rail Transit/Lintas Rel Terpadu) Jakarta belum beroperasi, sementara LRT Jabodebek (Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi) ditargetkan beroperasi pada 2021.

Baca juga: Transjakarta Tambah 46 Rute Baru Pada Perluasan Kawasan Ganjil Genap

Cara lainnya adalah memberlakukan sistem pembatasan kendaraan ganjil genap pada 25 ruas jalan. Sistem ini diperluas dari sebelumnya yang hanya berlaku di sembilan ruas jalan.

Nantinya, Pemprov DKI Jakarta akan mengganti sistem ganjil genap dengan sistem ERP (electronic road pricing) atau sistem jalan berbayar. Semua cara ini dilakukan agar masyarakat Jakarta beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi massal.

Dalam jangka panjang diharapkan hal ini bisa mengurangi polusi udara dan juga memperbaiki kualitas udara Jakarta. Kamu sudah naik transportasi massal belum? Yuk, mulai sekarang, biasakan untuk naik Transjakarta, KRL, atau MRT.

Baca juga: Transjakarta Operasikan Bus Gratis di Kawasan Stadion Gelora Bung Karno

Bagikan: 807 kali