Ilustrasi (Rumah123/iStockphoto)

Saat ini, bisa dikatakan orang tidak bisa hidup tanpa internet. Banyak orang yang lebih memilih menghabiskan uangnya untuk membeli pulsa agar tetap bisa online.

Mulai dari bangun tidur hingga kembali ke tempat tidur, banyak orang yang juga tidak bisa lepas dari smartphone. Dari sekedar cek pesan WhatsApp, membuka email, update status media sosial, hingga mencari berita.

Baca juga: Rumah123 Kembali Gelar Festival Properti Indonesia 2017

Kebiasaan untuk menggunakan smartphone juga berimbas pada kehidupan lain. Sekarang, orang hanya perlu menggunakan smartphone untuk memesan kendaraan (ojek online), memesan makanan, transfer, berbelanja, dan lainnya.

Hal ini pun berdampak kepada “bisnis tradisional”. Orang tidak lagi berbelanja di toko atau pusat perbelanjaan. Orang juga mulai mengalihkan pemesanan tiket pesawat, kereta, atau hotel dari biro perjalanan ke situs online. Konsumen sudah terbiasa menggunakan Traveloka, Tokopedia, Gojek, Grab, dan lainnya.

Baca juga: Rumah123 Raih Penghargaan Indonesia Original Brand 2017

Begitu juga dalam pencarian properti. Orang hanya perlu masuk ke search engine atau mengunjungi portal properti.

Country General Manager Rumah123, Ignatius Untung memaparkan hal ini dalam acara Seminar Hari Oeang dengan tema 2030: Menjadi Kekuatan Baru Ekonomi Dunia Melalui Transformasi Digital dan APBN yang Berdaya Saing Tinggi di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (26/10/2017).

Baca juga: Penghargaan untuk Rumah123 Buktikan Keunggulan Merek Lokal

Untung menjadi salah satu pembicara dalam seminar ini. Pembicara lainnya adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, serta CEO Go-Jek Nadiem Makarim. Seminar ini dipandu oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Suahasil Nazara.

Untung yang juga menjadi Ketua Bidang Bisnis dan Ekonomi idEA (Indonesia E-commerce Association) ini juga menyatakan kalau valuasi perusahaan yang berbasis digital dan berusia baru beberapa tahun bisa lebih mahal dari korporasi yang sudah berumur puluhan tahun.

Baca juga: Perluas Pasar, Rumah123 Jalin Sinergi dengan Prime System

Perkembangan dunia digital memang ditengarai juga mendisrupsi “bisnis tradisional”. “Transaksi e-commerce masih 2 persen lho, tapi bikin panik, bagaimana 60 persen?” papar Untung.

Lebih lanjut, Untung mengungkapkan kalau industri dan bisnis e-commerce akan terus berkembang di masa mendatang. Dia juga menjelaskan industri penjualan properti secara online yang dilakukan oleh Rumah123. Rumah123 merupakan bagian dari REA Group Australia.

Baca juga: Perkuat Kerja Sama, Rumah123 dan ERA Indonesia Bakal Edukasi Agen Properti

Seperti juga situs online lainnya, Rumah123 menjadi tempat bagi orang untuk mencari properti atau mencari tahu proyek hunian yang dibangun oleh perusahaan pengembang.

Pertumbuhan nilai penjualan properti second di Rumah123 terus tumbuh dari tahun ke tahun. Nilainya memang masih terbilang kecil, namun proyeksi pertumbuhan di masa depan masih terbuka lebar.

Bagikan: 1154 kali