OK

Topping Off Sentra Senayan II

19 Juli 2022 · 2 min read · by

PT Senayan Trikarya Sempana (STS) yang merupakan pengembang komplek multi guna Senayan Square, melakukan topping off pada proyek terbaru mereka, Sentral Senayan II, Kamis (7/5).

Pembangunan proyek Sentral Senayan II di kawasan komplek multi guna Senayan Square, Jakarta Selatan, memasuki tahap akhir pembangunan. Pada Kamis (7/5) lalu, PT Senayan Trikarya Sempana, selaku pengembang Central Senayan II melakukan topping off proyek tersebut. Acara ini langsung dihadiri para Direksi, seperti Soedibjo Darnosusanto, Sekretaris Badan Pengelola Gelora Bung Karno, Indra Setiawan, Ketua Direksi Pelaksana Badan Pengelola Gelora Bung Karno, Mr. Suguru Akiyama, Director Senior Executive Officer Kajima Corporation, serta beberapa direksi lainnya.

Proyek yang lokasinya berdampingan dengan Plaza Senayan, Apartemen Plaza Senayan, Plaza Senayan Arcadia serta Sentra Senayan I ini, memang tengah digenjot pembangunannya. Hal ini mengingat pada November 2007 nanti, proyek ini ditargetkan sudah harus rampung 100 persen. Pembangunan Senayan Square sendiri merupakan kerjasama STS, Kajima Overseas Asia Pte. Ltd. anak perusahaan Kajima Corporation Jepang, PT Aditya Wirabakti dan Badan Pengelola Gelora Bung Karno (BPGBK).

Gedung perkantoran yang terdiri 28 lantai ini diharapkan menjadi kawasan pusat bisnis yang ikut meramaikan pasar perkantoran di Jakarta, khususnya di kawasan Senayan sendiri. Selain itu, Sentra Senayan II juga diharapkan mampu menarik perhatian para perusahaan asing maupun lokal yang ingin berkantor di kawasan CBD Jakarta.

Lebih dari 52.000 m2 luas lantai kelas A telah dibangun untuk disewakan. Hingga saat ini, lebih dari 50 persen dari area gedung tersebut telah sukses dipasarkan (tersewa). Ditargetkan pula, pada Desember tahun 2007 ini Sentra Senayan II akan tersewa seluas 75 persen.

STS bertekad melanjutkan pembangunan Senayan Square, sesuai rencana awal pembangunan dan bekerja sama dengan semua pihak terkait untuk mencapai tujuan ini. “Pilihan untuk membangun sisa lahan terbaik sedang dipelajari dan setelah ditemukannya pilihan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ekonomi, dengan mempertimbangkan kondisi pasar properti di tanah air, serta kegiatan kontruksi akan segera dapat dilanjutkan,” ujar Indra Setiawan, Ketua Direksi Pelaksana Gelora Bung Karno.