tol layang jakarta-cikampek- rumah123.com Ilustrasi Jalan Tol Layang. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Menargetkan Tol Layang Jakarta-Cikampek II Akan Beroperasi Secara Fungsional Pada Awal Desember 2019 (Foto: Rumah123/Getty Images)

Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek direncanakan siap beroperasi pada awal Desember 2019. Jalan ini juga menjadi tol layang terpanjang di Indonesia.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercepat penyelesaian pembangunan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II atau Japek II (elevated).

Situs berita otomotif online GridOto.com melansir bahwa tol layang ini berada tepat di atas sebagian ruas Tol Jakarta-Cikampek eksisting. Tol layang ini membentang dari ruas Cikunir hingga Karawang Barat, tepatnya dari KM 9,5 hingga KM 47,5.

Baca juga: 5.200 Kilometer Jalan Tol Akan Dibangun Hingga 2024, Mau Investasi Properti Di Mana?

Pengelolaan jalan tol ini dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC). JJC merupakan anak perusahaan dari Jasa Marga, badan usaha milik negara (BUMN) yang mengelola jalan tol.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danang Parikesit menyatakan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan Tol Layang Jakarta-Cikampek II segera dioperasikan pada akhir November atau awal Desember 2019.

Rencananya, masyarakat bisa menggunakan tol layang ini pada mudik Natal 2019 dan juga Tahun Baru 2020. Tol layang ini direncanakan bisa beroperasi secara fungsional.

Tarif Tol Layang Jakarta-Cikampek II Belum Diputuskan

Pemerintah memang belum menetapkan besar tarif Tol Layang Jakarta-Cikampek II. Danang menyatakan skema tarif sedang dibahas.

Nantinya, tarif tol layang akan disesuaikan dengan ruas tol eksisting atau dilakukan rebalancing. BPJT masih membahas tarif tol bersama dengan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR dan Jasa Marga.

Danang menyatakan skema tarif tol ditargetkan telah disepakati sebelum Natal 2019 atau akhir Desember 2019. Biasanya tol beroperasi secara fungsional terlebih dahulu. Masyarakat bisa menggunakannya secara gratis.

Baca juga: Tarif Tol Jakarta-Merak Disesuaikan Mulai November 2019

By the way, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bersama Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) sudah melaksanakan rangkaian uji beban pada tol layang ini.

Pengujian beban pertama telah dilaksanakan di ruas KM 49 yang mempunyai bentang jembatan sepanjang 75 meter. Uji beban dilakukan dengan menggunakan 16 truk berbobot masing-masing 40 ton. Uji coba berupa uji statis dan uji dimanis.

Pengujian beban kedua dilaksanakan pada ruas KM 19. Uji beban ketiga dilakukan pada jembatan KM 10. Dan uji beban terakhir dilakukan pada jembatan pada KM 22.

Tol Layang Jakarta-Cikampek II Memecah Arus Lalu Lintas

Tol Layang Jakarta-Cikampek II ini merupakan tol layang terpanjang di Indonesia. Tol ini memiliki rute sepanjang 36,4 kilometer.

Sebelumnya, predikat tol layang terpanjang di Indonesia menjadi milik Tol Wiyoto Wiyono di Jakarta. Tol ini menghubungkan Cawang dengan Tanjung Priok. Tol layang ini memiliki panjang 15 kilometer.

Tol Layang Jakarta-Cikampek II ini diharapkan bisa memperlancar arus lalu lintas. Tol ini bisa menunjang angkutan logistik dari Pelabuhan Tanjung Priok ke kawasan industri yang ada di Cikarang, Karawang, dan Cibitung. Selain itu, tol layang ini bisa memecah kepadatan arus lalu lintas dari Jakarta menuju ke Bandung dan juga ke Tol Trans Jawa.

Baca juga: Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung Akan Beroperasi Pada Akhir 2019

Tol layang ini tentunya akan menambah kapasitas kendaraan yang melintasi Tol Jakarta-Cikampek. Tol ini diharapkan bisa memisahkan antara arus lalu lintas jarak pendek dengan arus lalu lintas jarak jauh.

Mereka yang memiliki tujuan jarak pendek sebaiknya menggunakan Tol Jakarta-Cikampek. Sedangkan mereka terutama kendaraan golongan I dan II alias kendaraan pribadi yang mempunyai tujuan jarak jauh ke Bandung atau Tol Trans Jawa bisa menggunakan Tol Layang Jakarta-Cikampek II.

Bagikan:
1209 kali