tol layang jakarta-cikampek- rumah123.com Ilustrasi Jalan Layang. Presiden Joko Widodo Meresmikan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek. Tol Layang Ini Menjadi yang Terpanjang di Indonesia (Foto: Rumah123/Getty Images)

Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek resmi beroperasi. Presiden Joko Widodo menyatakan kemacetan pada ruas ini bisa berkurang hingga 30 persen.

Presiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian Tol Jakarta-Cikampek (Japek) atau Tol Jakarta-Cikampek elevated pada Kamis (12/12/2019). Presiden didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan sejumlah pejabat lain.

Sebelumnya, rencana peresmian jalan tol layang ini memang sempat berubah-ubah. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sempat menyatakan ruas tol ini akan diresmikan pada 20 Desember 2019.

Baca juga: Sejumlah Jalan Tol Difungsikan Secara Gratis Selama Libur Natal dan Tahun Baru

Malah sebelumnya, tol layang ini akan diresmikan pada 15 Desember 2019. Namun, akhirnya Presiden Jokowi meresmikannya pada 12 Desember 2019.

Ruas tol layang ini dibangun sejak 2017 lalu. Tol ini memiliki rute sepanjang 36,4 kilometer (km). Ruas ini bermula dari Simpang Susun Cikunir dan berakhir gerbang Tol Karawang Barat.

Anak perusahaan Jasa Marga yang akan mengelola tol layang ini. Pemerintah belum menetapkan tarif tol. Ruas ini masih gratis hingga libur Natal dan Tahun Baru (nataru).

Tol Layang Jakarta-Cikampek Diharapkan Bisa Mengurangi Kemacetan

Bagi yang sering melewati Tol Jakarta-Cikampek, ruas ini dianggap jalan tol yang identik dengan “neraka kemacetan”. Pengendara bisa terjebak kemacetan berjam-jam.

Ruas tol ini akan menuju ke dua ruas tol lainnya yaitu Tol Cipularang dan Tol Cipali. Tol Cipularang merupakan Tol Cikampek, Purwakarta, Padalarang. Tol sepanjang 54 km ini digunakan untuk menuju Bandung dan sekitarnya.

Sementara Tol Cipali merupakan Tol Cikopo-Palimanan. Tol sepanjang 116 kilometer ini menghubungkan Cikopo, Kabupaten Purwakarta dengan Palimanan, Kabupaten Cirebon. Ruas Cipali sempat menjadi tol terpanjang di Indonesia. Ruas ini juga menjadi bagian Trans Jawa.

Baca juga: Percepat Pengerjaan Proyek, Pemerintah Indonesia Akan Ambil Alih Tol Cisumdawu

Laman berita online CNBCIndonesia.com, saat meresmikan tol layang ini, Presiden Joko Widodo sempat mengisahkan cerita kurang menyenangkan. Presiden menyatakan sering mendapatkan keluhan.

Banyak yang mengeluh kalau melewati Tol Jakarta-Cikampek atau sebaliknya, mereka akan terjebak kemacetan selama berjam-jam. Jokowi berharap selesainya pembangunan ruas tol ini maka persoalan kemacetan tidak terdengar lagi.

Presiden juga memberikan apresiasi selesainya pembangunan tol ini. Tol layang ini dibangun bersamaan dengan pembangunan infrastruktur lainnya.

Baca juga: Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung Gratis Selama 1 Bulan

LRT (Light Rail Transit/Lintas Rel Terpadu) Jabodebek juga membangun rel untuk rute Cawang-Bekasi Timur. LRT Jabodebek memiliki tiga lintas. Dua lintas lainnya adalah Cawang-Cibubur dan Cawang-Kuningan-Dukuh Atas.

Pembangunan tol layang ini dilakukan di tengah kepadatan lalu lintas. Setidaknya ada 200.000 kendaraan yang lalu lalang setiap harinya di Tol Jakarta-Cikampek.

Joko Widodo berharap kemacetan di ruas tol ini bisa berkurang hingga 30 persen. Kendaraan pun bisa menghemat BBM (bahan bakar minyak).

Baca juga: 5.200 Kilometer Jalan Tol Akan Dibangun Hingga 2024, Mau Investasi Properti Di Mana?

Tol Layang Jakarta-Cikampek diperuntukkan untuk kendaraan golongan I non bus dan non truk. Kendaraan yang boleh melintas hanya kendaraan pribadi.

Kehadiran tol layang ini memang diperuntukkan untuk memecah kemacetan. Kendaraan pribadi yang ingin menuju ke destinasi jarak jauh seperti Cirebon, Bandung, dan lainnya diharapkan menggunakan tol layang.

Bagikan:
445 kali