to layang jakarta cikampek- rumah123.com Ilustrasi Jalan Tol. Kementerian Perhubungan Memperkirakan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II (Elevated) Sudah Bisa Beroperasi Pada November 2019 (Foto: Rumah123/Getty Images)

Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek diperkirakan akan beroperasi lebih cepat. Tol layang ini bisa beroperasi pada November 2019.

Pembangunan Tol Layang Jakarta-Cikampek II (elevated) hampir selesai. Perkembangannya telah mencapai 96,5 persen.

Sebelumnya, tol layang ini diperkirakan akan dibuka secara fungsional pada Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Pengoperasian secara fungsional maksudnya masyarakat bisa menggunakannya secara gratis atau belum berbayar. Kementerian Perhubungan belum menetapkan berapa tarif tol.

Baca juga: Tol Kunciran-Serpong Ditargetkan Beroperasi November 2019

Laman berita online Kompas.com melansir pernyataan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono bahwa Tol Layang Jakarta-Cikampek II ini bisa diselesaikan lebih cepat.

Basuki menyatakan semua pekerjaan kecil sudah dilaksanakan, semua sudah tersambung. Bahkan, expansion joint telah diaspal, ini termasuk pekerjaan yang besar.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan melakukan uji coba jalan tol ini pada Senin (23/9/2019). Pengujian untuk mengetes kekuatan jalan layang tersebut.

Jalan Tol Layang Terpanjang di Indonesia

Tol Layang Jakarta-Cikampek II ini dibangun mulai 2017 lalu. Jalan tol ini memiliki panjang 39 kilometer dan menjadikannya jalan tol layang terpanjang di Indonesia. Kompas.com sempat menulis bahwa panjang jalan tol ini adalah 36,4 kilometer.

Sebelumnya, jalan tol layang terpanjang di Indonesia menjadi milik Tol Wiyoto Wiyono yang berada di Jakarta. Panjang Tol Wiyoto Wiyono ini hanya 15 kilometer.

Tol Layang Jakarta-Cikampek II bermula dari Simpang Susun Cikunir KM 9 dan berakhir pada gerbang tol Karawang Barat KM 48. Anak perusahaan PT Jasa Marga (Persero) yaitu PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek akan mengelola jalan tol ini.

Baca juga: Batam Akan Miliki Jalan Tol, 70 Persen Didesain Melayang

Waskita Karya membangun jalan tol ini dengan biaya Rp16,23 triliun, sebanyak Rp11,67 triliun digunakan untuk konstruksi. Kontraktor harus memindahkan sejumlah utilitas seperti Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTET), penerangan jalan umum rambu, kabel serat optik, hingga pipa gas dan minyak.

Untuk membangun jalan tol layang ini, kontraktor membutuhkan 245.000 ton baja yang dipasok oleh Krakatau Steel (Persero). Jalan tol layang diklaim bisa menahan gempa berkekuatan besar.

Tol Layang Jakarta-Cikampek Untuk Memecah Arus Kendaraan

Tol Layang Jakarta-Cikampek II ini memang unik. Hal ini terjadi lantaran jalan tol merupakan jalan tol bertingkat (double decker motorway) pertama di Indonesia. Singkatnya, jalan tol layang ini dibangun di atas jalan tol.

Kehadiran Tol Layang Jakarta-Cikampek ini bertujuan untuk memisahkan para pengendara komuter jarak dekat dengan jalur perjalanan jarak jauh. Volume kendaraan yang banyak membuat kemacetan.

Nantinya, para pengendara komuter tujuan Jakarta-Bekasi-Cikarang akan menggunakan lajur eksisting. Sementara untuk mereka yang tujuan jarak jauh seperti Cirebon, Bandung, Semarang, dan Surabaya menggunakan lajur ekspres atau lajur layang.

Tol layang ini direncanakan sudah bisa digunakan secara fungsional pada Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Tentunya pada Idul Fitri 2020, jalan tol layang ini telah beroperasi secara penuh alias berbayar.

Baca juga: November 2019, Ruas Tol Kayu Agung-Palembang Akan Beroperasi

Bagikan: 1191 kali