rumah di bulan

Sejumlah perusahaan mendesain toilet, kendaraan khusus, dan rumah di bulan. Kamu tertarik untuk tinggal di satelit Bumi ini nggak? 

Eksplorasi luar angkasa memang terus dilakukan oleh manusia sejak lama, setidaknya dari 1960-an. 

Uni Soviet, sebelum berubah menjadi Rusia, sudah mengirimkan manusia pertama ke orbit luar angkasa pada 1961. 

Lantas Amerika Serikat mendaratkan manusia di bulan pada 1969 dan berlanjut dengan eksplorasi lainnya. 

Badan Antariksa Eropa (ESA) telah mengirimkan wahana antariksa untuk mendarat di komet pada 2014. 

Sementara tiga badan antariksa Eropa, Amerika Serikat, dan Italia melakukan kolaborasi juga sempat mengirimkan wahana antariksa.

Misi ini untuk memotret sejumlah planet seperti Venus, Jupiter, dan Saturnus pada 1997 hingga 2017.  

Sebelumnya Amerika Serikat juga sudah mengirimkan misi eksplorasi ke Mars sejak akhir 1980-an. 

Bagi penggemar film seperti Star Trek, Star Wars, dan lainnya, manusia malah digambarkan sudah tinggal di luar angkasa. 

Tidak heran, kalau sejumlah perusahaan merancang berbagai hal termasuk toilet, kendaraan, dan juga rumah di bulan. 

Situs desain dan gaya hidup Designboom melansir sejumlah ide untuk membuat perlengkapan tinggal di Bulan. 

Jadi mungkin di masa depan, kamu bisa memilih tinggal di Bulan atau Mars alias luar angkasa. Keren kan? 

Baca juga: Bagaimana Rasanya Bertetangga dengan Para Astronot?

rumah di bulan

Toilet Khusus di Bulan 

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) merancang penjelajahan luar angkasa secara besar-besaran pada 2024. 

Salah satunya adalah program Artemis yang ingin mendaratkan perempuan pertama dan juga astronot lagi di bulan. 

Program ini menjadi langkah awal menuju perjalanan ke Mars, salah satu planet terdekat dengan Bumi. 

Sejumlah cara disiapkan untuk program ini termasuk aktivitas pelengkap, tempat menetap, dan juga pendukung astronot. 

Para astronot akan makan dan minum serta buang air besar dan kecil di Bulan yang memiliki gravitasi berbeda dengan Bumi. 

Walaupun toilet luar angkasa sudah ada dan saat ini dipakai di ISS (International Space Station), namun ada perbedaan. 

Toilet di ISS dirancang untuk gravitasi mikro, sementara NASA membutuhkan toilet dengan gravitasi Bulan. 

NASA pun mengadakan kompetisi desain konsep toilet praktis yang bisa digunakan untuk gravitasi mikro dan gravitasi Bulan. 

Toilet luar angkasa yang dibutuhkan adalah toilet yang lebih kecil dan lebih efisien dibandingkan yang sekarang. 

Baca juga: Jalan-jalan atau Tinggal di Mars ya? Ini Dia Pilihan Kekinian Buat Generasi Milenial

rumah di bulan

Rumah di Bulan 

Firma arsitektur asal Denmark, SAGA mendesain prototipe tempat tinggal yang ramah lingkungan di Bulan. 

Inspirasi rumah ini terinspirasi dari origami, seni melipat kertas dari Jepang dan juga metode biomimikri. 

Arsitek Sebastian Aristotelis dan Karl-Johan Sorenson mengembangkan struktur rumah yang bisa dilipat, kuat, dan ringan. 

SAGA membayangkan kalau tempat tinggal di Bulan ini dibagi dalam beberapa bagian seperti halnya rumah. 

Ada bagian untuk tidur, bekerja, dan kegiatan rutinitas lainnya dalam kehidupan sehari-hari orang. 

Nantinya, ada sistem pertanian vertikal yang akan mendukung kebutuhan pangan mereka yang tinggal. 

Bentuk rumah ini seperti papan panel yang dikirimkan dari Bumi ke Bulan dalam bentuk terpisah.

Setelah sampai di Bulan, panel tersebut dibongkar dan dipasang sehingga volumenya bisa mencapai 560% dari saat sebelum dipasang.   

Sistem sirkadian akan membantu orang yang tinggal untuk tidur dengan memanfaatkan perubahan warna dari siang ke malam. 

Arsitek sudah memikirkan untuk memaksimalkan energi dari solar cell untuk mendapatkan energi. 

Selain itu, rumah ini didesain bisa tahan suhu minus hingga -40 derajat dan juga kecepatan angin hingga 90 kilometer per jam. 

SAGA sudah melakukan uji coba selama tiga bulan dalam sebuah ekspedisi di Kutub Utara dengan kondisi yang serupa dengan Bulan.

Baca juga: Persiapan Tinggal di Planet Mars? Beli Dulu Furniturnya

rumah di bulan

Kendaraan di Bulan 

Sementara itu Lexus mendesain sejumlah kendaraan khusus yang dipakai oleh para penghuni Bulan pada masa mendatang. 

Salah satunya adalah wahana tunggal bernama zero gravity yang hanya membawa satu penumpang. 

Kendaraan ini terinspirasi dari visi dan konsep mobil listrik LF-30 yang diperkenalkan oleh Lexus. 

Lexus memperkenalkan tujuh konsep kendaraan luar angkasa yang dirancang oleh tujuh desainer berbeda. 

Kendaraan ini memang seperti motor yang memanfaatkan teknologi magnet sehingga bisa mengambang. 

Konsepnya adalah kendaraan ini seperti motor yang mudah untuk dikendalikan oleh pengendaranya.

Kalau semuanya sudah lengkap, kamu tertarik untuk tinggal di Bulan? Keren kan kalau tinggal di luar angkasa.

Baca juga: Mungkin Sudah Saatnya Kamu Tinggal di Mars

Bagikan:
603 kali