TAD

Apa sih beda antara hunian terintegrasi dengan transportasi publik (TOD) dengan hunian dekat stasiun (TAD atau Transit Adjacent Development)? 

Bagi kamu yang sedang mencari hunian baik rumah atau apartemen, pastinya pernah menjumpai kata TOD.

Developer menawarkan hunian berkonsep TOD (Transit Oriented Development) karena dekat dengan stasiun kereta listrik atau halte bus. 

Ada juga perusahaan pengembang yang memasarkan hunian “nempel” stasiun, tentunya banyak gimmick pemasaran yang dikenal. 

Sebenarnya, masih banyak orang yang salah kaprah dengan konsep hunian TOD, mereka belum bisa membedakan terintegrasi dan dekat. 

Ada juga konsep TAD (Transit Adjacent Development), pastinya kamu tambah bingung lagi dengan hal ini.

Situs properti Rumah123.com akan membahas mengenai TAD (Transit Adjacent Development) dan TOD (Transit Oriented Development).

Rumah123.com mengutip dari berbagai sumber dalam membahas TAD dan TOD, tentunya bisa kamu semakin paham.

Mengenal Perbedaan TAD (Transit Adjacent Development) dan TOD (Transit Oriented Development)

Hunian konsep TOD harus dekat dan terintegrasi dengan transportasi massal (kereta listrik/KRL Commuter Line) atau kereta ringan (LRT/Light Rail Transit).

Sejumlah developer sudah membangun proyek hunian yang terintegrasi seperti ini, salah satunya Adhi Commuter Properti. 

Developer ini membangun sejumlah apartemen yang terintegrasi dengan stasiun LRT Jabodebek di Jakarta dan Bekasi. 

Selain itu, ada juga proyek hunian vertikal yang terkoneksi langsung stasiun KRL Commuter Line di Bogor dan Tangerang Selatan.

Apartemen seperti ini sudah tentu hunian konsep TOD, penghuni hanya perlu turun dari kereta dan berjalan menuju ke apartemen.

Kalau TAD hanya sebatas dekat dengan transportasi massal, hunian tidak terintegrasi dengan transportasi publik.

Tentunya, kamu memang harus membedakan kalau hunian dekat transportasi publik belum bisa disebut TOD, melainkan TAD saja.

Jika hanya sebatas dekat dan belum terkoneksi, ini hanya hunian berkonsep TAD, ingat konsep hal ini ya. 

Country Director The Institute for Transportation and Development Policy (ITDP), Yoga Adiwinarto menjelaskannya lebih lanjut.

Ia menjelaskan masih banyak proyek hunian yang menggunakan konsep TAD dan bukan konsep TOD, perbedaannya sudah jelas. 

Kawasan TOD memang harus berorientasi kepada pengguna transportasi publik dan pejalan kaki, bukan pengguna kendaraan pribadi.

The Institute for Transportation and Development Policy memiliki prinsip utama untuk standar TOD, tentunya bisa kamu mengerti dan tidak salah paham.

Prinsip Dasar dan Standar Hunian Berkonsep TOD

1. Walk (Berjalan Kaki)

Semua jalan di kawasan TOD harus mendukung para pejalan agar bisa melangkah dengan aman termasuk dari hujan dan sinar matahari, serta ada akses ke gedung.

2. Cycle (Bersepeda)

Ada jalur sepeda yang aman dari kendaraan bermotor lainnya, tidak ketinggalan ada parkir sepeda yang baik.

3. Connect (Menghubungkan)

Jalur pejalan kaki dan bersepeda bisa saling memudahkan para pengguna, jaraknya juga tidak terlalu jauh.

4. Transit (Angkutan Umum)

Stasiun transportasi massal terbilang dekat, maksimal hanya 700-800 meter, bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

5. Mix (Pembauran)

Kawasan hunian dan non permukiman berdekatan, orang bisa berjalan kaki untuk mencapai sejumlah tempat. 

6. Densify (Memadatkan)

Seluruh penghuni kawasan mempunyai akses ke transportasi publik atau fasilitas umum karena mereka tinggal di kawasan yang berdekatan.

7. Compact (Merapatkan)

Pembangunan berfokus pada kawasan yang telah ada, masyarakat bisa mengakses fasilitas umum dan sosial dengan mudah.

8. Shift (Beralih)

Ada pemangkasan lahan untuk kendaraan bermotor, tentunya ada masyarakat mulai beralih ke transportasi publik.

Nah, kalau melihat semua prinsip tersebut, kamu bisa membedakan hunian berkonsep TOD atau memang hanya hunian berkonsep TAD saja.

Situs properti Rumah123.com selalu menghadirkan artikel dan tips menarik mengenai properti, desain, hukum, hingga gaya hidup.

Bagikan:
390 kali