Tsunami yang Melanda Jepang Pada 2011 Lalu (Rumah123/Newsfirst)

Kamu pasti sering mendengar kata tsunami. Paling nggak sih, sejak 2004 kata ini mulai dikenal secara luas. Biasanya tsunami terjadi juga terkait dengan gempa.

Tsunami merupakan kata dalam bahasa Jepang yang berarti gelombang pelabuhan. Daya rusaknya bisa sangat dahsyat.

Baca juga: Tinggal di Wilayah Rawan Bencana? Perencanaan Kawasan Jadi Solusinya

Indonesia pernah dilanda tsunami beberapa kali. Yang paling besar tentunya yang melanda Aceh pada Desember 2004. Bencana ini mengakibatkan korban 200.000 jiwa.

Biasanya tsunami didahului dengan gempa. Lantaran Indonesia berada di lingkar cincin api dan juga merupakan negara kepulauan, maka negeri ini berpotensi mengalami bencana serupa. Gempa yang terjadi di Lombok pada Ahad (5/8/2018) sempat dinyatakan berpotensi tsuami.

Baca juga:  Badai Besar Datang, Industri Properti Bakal Terancam?

Sebagai negara rawan bencana, sudah semestinya kamu paham mitigasi bencana. Tentunya supaya kamu bisa menyelamatkan diri sendiri dan orang lain.

Nah, apa saja sih yang bisa kamu lakukan saat terjadi bencana tsunami? Berikut sejumlah tips yang bisa kamu ketahui.

Baca juga:  Gempa Meksiko Ingatkan Ancaman Bahaya Tinggal di Kawasan “Cincin Api”

Pertama, waspada dan jangan panik saat terjadi gempa di dekat laut atau pinggir pantai. Mungkin kamu sedang berada di pantai atau tinggal dekat laut. Saat terjadi gempa, kamu harus segera tanggap. Kamu nggak boleh panik.

Kedua, tanggap setelah gempa. Jika kamu berada di pantai dan air laut tiba-tiba surut, kamu harus segera menyelamatkan diri menuju ke tempat yang lebih tinggi.

Baca juga:  Gempa Guncang Tasikmalaya, Saatnya Kamu Paham Mitigasi Bencana

Jika kamu berada di posisi yang tidak bisa melihat pantai, namun masih cukup dekat dengan tepi laut, kamu tetap harus menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi. Pastinya untuk berjaga-jaga akan potensi tsunami.

Ketiga, jangan panik ketika ingin menyelamatkan diri menuju tempat evakuasi. Biasanya kalau tempat yang dekat pantai dan kemudian terjadi gempa, ada peringatan atau sirine evakuasi tsunami.

Baca juga:  Kolaborasi Para Arsitek Atasi Perubahan Iklim, Yuk Berbuat Sesuatu untuk Planet Bumi

Biasanya ada rambu menuju tempat pengungsian. Kamu hanya perlu mengikutinya. Jangan panik, jangan berebutan, kamu harus membantu ibu hamil, orang tua, dan anak-anak ya.

Keempat, selalu memantau perkembangan. Kamu harus mengikuti berita melalui apa pun, bisa saja tidak terjadi tsunami atau memang terjadi tsunami. Jadi selalu update ya bro and sis.

Baca juga:  Toilet Darurat untuk Bencana, Wah Keren Banget Idenya

Jika memang terjadi tsunami, kamu harus terus berada di tempat penampungan sehingga tsunami berakhir. Biasanya memang ada beberapa gelombang tsunami.

Bencana bisa terjadi kapan saja karena negeri kita memang rawan bencana. Yang terpenting, kamu paham cara menyelamatkan diri sendiri dan orang lain.

Bagikan: 2228 kali