Tempat penyimpanan sepatu berupa rak dinding. Foto: Rumah123/Realestate.com.au
   

Tempat penyimpanan (storage) gak harus erupa rak atau lemari. Kalau rumahmu minimlais atau berukuran mungil, maka storage harus ada di mana-mana agar ruangan tampak rapi dan efisien.

Gimana menentukan model ruang penyimpanan atau storage yang pas bagi rumahmu? Ibnu Khalis dalam bukunya, Interior Rumah dengan Storage: Rak Penyimpanan, menyebutkan sebenarnya konsep yang baik dalam menentukan storage tidak harus selalu berbentuk rak atau lemari, karena hal tersebut justru tidak membantu kinerja storage secara maksimal.

Baca juga: Ada Saku di Dinding Ruangan? Wah, Cara Kreatif Bikin Tempat Penyimpanan Nih

Berikut beberapa cara agar storage di rumahmu terlihat serasi dengan tema ruangan.

Dinding Ruangan

Pada dasarnya dinding dapat dimanfaatkan sebagai area penyimpanan yang baik, semisal meletakkan hiasan dinding, lukisan, atau foto-foto. Dinding juga bisa dimanfaatkan untuk rak buku, koleksi mainan, miniatur yang dilekatkan dengan penahan siku di bagian bawahnya. Pemanfaatan dinding ini justru menambah kesan luas pada ruangan, sehingga ruang terasa sedikit leluasa.

 
Storage pada dinding dapur bisa untuk tempat meletakkan tanaman indoor yang menambah nilai plus ruangan. Foto: Rumah123/Jhony Hutapea
 

Area Bawah Plafon

Area ruang di bawah plafon sebenarnya berfungsi sebagai sarana sirkulasi udara agar tidak panas, tetapi masyarakat luar Indonesia memanfaatkannya sebagai area penyimpanan. Sebagai contoh adalah ruang sisa antara rak dapur dengan plafon. Agar barang yang disimpan di sana tidak mudah rusak oleh binatang dan debu, bungkuslah barang tersebut secara rapat dan masukkan ke dalam box. Sesekali box tersebut harus dibuka dan dibersihkan. Jangan lupa berikan obat antitikus atau binatang pengerat lainnya.

Bawah Tangga

Kalau rumahmu terbatas, area bawah tangga bisa jadi solusi tepat. Pada bagian bawah anak tangga, kamu bisa menggunakan storage dengan bentuk laci tarik dan lemari terbuka sebagai area penyimpanan barang. Sesuaikan bahan lemari dan ruangan di sekitar tangga agar sesuai dengan tema dan barang-barang yang akan disimpan.

Baca juga: Anak Tangga Menjadi Tempat Penyimpanan? Bisa Kok!

Basement

Kalau bangunan rumahmu mempunyai letak tanah yang berkontur, kamu bisa memanfaatkan area ruang basement sebagai tempat menyimpan barang-barang bekas yang berukuran besar, semisal lemari, kasur, atau peralatan elektronik. Sayangnya, ruangan ini memang tidak cukup udara dan sinar matahari, sehingga udaranya lembap dan gampang bau. Solusinya, buatlah ventilasi udara dan celah agar matahari bisa masuk saat perancangan fondasi rumah.

Gudang

Agar gudang lebih terorganiasi dan mudah dikelola, kamu bisa menambahkan rak atau lemari penyimpanan. Bila hal tersebut tidak memungkinkan, maka letakkan rak atau lemari berpintu pada pojok ruang. Hal ini cukup membantu dalam menata barang agar tidak berserakan, terutama untuk barang-barang yang kecil.

Jangan lupa untuk memasukkan barang sesuai jenisnya. Jangan membuat gudang pada area luar rumah, karena bisa merusak pemandangan. Pembuatan gudang harus di dalam rumah, lebih bagus jika di basement, agar penghuni rumah bisa mengaksesnya dengan mudah.

Area Pojok

Area pojok yang kecil sekalipun bisa kamu manfaatkan sebagai ruang yang hanya Cuma butuh space kecil, semisal ruang bermain anak atau tempat komputer. Tambahkan storage kecil atau storage yang menempel di dinding. Storage dengan model terbuka lebih cocok diletakkan di area pojok agar barang yang kamu simpan di sana mudah terlihat dan mudah pula mengambilnya saat diperlukan.

Bagikan: 1290 kali