tips sewa properti- Rumah123.com Ilustrasi Penyewa Properti. Ada Sejumlah Hal yang Bisa Dilakukan Saat Menghadapi Pemilik Properti yang Menaikkan Harga Sewa (Foto: Rumah123/Getty Images)

Sebagai penyewa properti, kamu biasanya dihadapkan pada kenaikan harga sewa properti. Ada sejumlah cara untuk mengatasi dan menyiasatinya.

Ada banyak alasan kenapa orang memilih menyewa properti seperti apartemen, rumah, kamar kost, rumah toko (ruko), dan lainnya. Mungkin penyewa hanya tinggal sementara di sebuah kota sehingga tidak membutuhkan hunian tetap.

Atau sebagai wirausaha, dia lebih memilih menyewa saat bisnis belum berkembang besar. Wirausahawan akan lebih memilih mengembangkan bisnis dibandingkan membeli aset properti.

Baca juga: Tips Investasi: 3 Lokasi Utama Kalau Mau Beli Properti Sewaan

Selaku penyewa, pastinya ada momen ketika pemilik sewa memutuskan untuk menaikan harga sewa secara tiba-tiba. Bagi penyewa tentunya hal ini memberatkan lantaran menambah biaya pengeluaran.

Situs properti Realestate.com.au memberikan sejumlah tips bagaimana mengatasi dan menyiasati kenaikan harga properti. Realestate.com.au adalah situs properti milik REA Group Australia yang juga induk perusahaan dari Rumah123.com.

Penyewa properti tidak perlu khawatir dalam menghadapi hal ini. Semua bisa disiasati dan ditangani dengan cara yang baik.

Membicarakan Kenaikan Harga Sewa dengan Pemilik Properti

Hal pertama yang harus dilakukan oleh penyewa adalah menemui pemilik properti untuk membicarakan kenaikan harga sewa. Penyewa bisa menanyakan penyebab kenaikan harga sewa.

Kalau penyewa sudah menyewa atau mengontrak dalam jangka waktu lebih dari lima tahun, tentunya hal wajar ada penyesuaian harga. Namun, penyewa harus melihat juga besar kenaikan apakah masih normal atau terlalu besar.

Jika harga sewa naik tiap tahun dengan jumlah besar, tentunya penyewa bisa mempertanyakan hal tersebut. Apakah kenaikan sesuai dengan fasilitas yang didapatkan?

Membandingkan Harga Sewa di Kawasan Sekitar

Sebaiknya penyewa rutin mencari tahu harga sewa properti di kawasan sekitar dengan fasilitas yang serupa. Kalau penyewa tinggal di apartemen tipe 2 bedroom dengan sewa Rp7 juta per bulan, apakah apartemen dengan tipe yang sama dan berada di bangunan yang sama juga mempunyai sewa yang sama?

Penyewa juga mesti mencari tahu juga harga sewa apartemen tipe yang sama, namun berbeda tower. Apakah harga sewanya sama atau berbeda?

Jika memiliki pembanding, penyewa bisa bernegosiasi dengan pemilik properti mengenai harga sewa. Kalau tidak, tentunya sulit untuk melakukan negosiasi.

Melihat Kondisi Pasar Properti

Jangan lupa melihat kondisi pasar, apakah banyak penyewa yang mencari properti sewaan atau malah sebaliknya. Jika banyak penyewa mencari hunian sewa maka pemilik memang “memiliki kekuasaan” untuk menaikkan harga sewa. Posisi pemilik lebih kuat dalam hal ini.

Namun, bila yang terjadi sebaliknya di mana lebih banyak hunian sewa kosong dan pemiliki harus bersusah payah mencari penyewa, maka penyewa punya keleluasaan untuk meminta harga yang pantas.

Setelah melihat kondisi pasar, penyewa bisa memutuskan untuk melakukan langkah selanjutnya, apakah melakukan negosiasi atau menerima kenaikan harga.

Melirik Properti Lain dan Memutuskan Pindah

Kalau kenaikan harga sewa begitu tinggi dan tidak masuk akal, apalagi jika dibandingkan dengan fasilitas yang didapatkan, maka penyewa seharusnya melirik properti lain dan memutuskan pindah.

Coba bandingkan properti lain dengan harga serupa. Apakah fasilitas lebih baik dan lengkap atau tidak? Jika ada properti sewaan dengan harga sama tetapi fasilitas lebih lengkap, kenapa tidak memutuskan pindah saja.

Tentunya tidak sepadan jika penyewa membayar lebih mahal, namun mendapatkan fasilitas seadanya. Jangan takut untuk pindah.

Mempertimbangkan Pilihan untuk Membeli Properti

Pusing memikirkan uang sewa yang terus naik? Kenapa tidak beralih untuk membeli properti saja, apalagi kalau jangka waktu tinggal cukup lama.

Selain itu, jika uang sewa bulanan dan cicilan membeli tidak berbeda jauh, kenapa harus menyewa. Tentunya lebih baik memiliki properti sendiri.

Ketimbang pusing menghadapi uang sewa yang terus naik dan membebani pengeluaran, lebih baik punya properti saja. Kalau pun pusing memikirkan cicilan, namun nantinya kamu akan memiliki properti itu kelak.

Bagikan: 1697 kali