tips sehat ganti sprei- rumah123.com Kamu Harus Membiasakan Diri Untuk Mengganti Sprei Secara Rutin. Kalau Kamu Melakukannya, Kamu Terhindar dari Segala Jenis Kotoran yang Mungkin Ada di Ranjang (Foto: Rumah123/Getty Images)

Ranjang menjadi tempat beristirahat, ada baiknya kamu mengganti sprei secara rutin. Ada sejumlah tips yang bisa diterapkan untuk hidup sehat.

Kalau boleh jujur, kapan terakhir kali kamu mengganti sprei tempat tidur? Pekan lalu? Bulan lalu atau malah tidak ingat sama sekali?

Sebenarnya tidak ada yang lebih membuat semangat selain mencium bau sprei baru saat ingin tidur di malam hari. Faktanya, sejumlah riset menyatakan bahwa sprei baru bisa membuat kamu tidur lebih nyenyak.

Jika kamu rutin mengganti sprei satu pekan sekali ini ini merupakan kebiasaan yang baik. Apalagi kamu menghabiskan sepertiga waktu alias sekitar delapan jam di tempat tidur.

Hal Ini Terjadi Kalau Kamu Tidak Mengganti Sprei

Situs properti Realestate.com.au mengutip pernyataan Stan Atanasov dari Cleaning Melbourne, jasa layanan bersih rumah di Melbourne, Australia. Realestate.com.au adalah situs milik REA Group Australia yang juga induk perusahaan dari Rumah123.com.

Orang menghabiskan waktu banyak untuk tidur. Banyak hal tidak menyenangkan saat kita berada di tempat tidur.

Segala hal mulai dari sel kulit mati, minyak yang keluar dari tubuh, keringat, kotoran, bakteri, virus, debu, kutu tempat tidur, bekas make up, sisa makanan, hingga bulu binatang kalau kamu memelihara hewan bisa berada di tempat tidur.

Baca juga: Peralatan Rumah Tangga Apa Saja yang Wajib Ada di Rumah Kamu

Semua itu bisa ada, tidak peduli kamu sudah membersihkan tempat tidur atau kami telah mandi sebelum tidur.

“Mencuci sprei itu lebih baik untuk kesehatan kamu. Tidak mencuci sprei secara rutin bisa membuat alergi, sakit, dan juga infeksi,” ujar Atanasov.

Kapan Waktu Mengganti Sprei?

“Tidak ada aturan seberapa sering kamu harus mengganti sprei, tetapi ide bagusnya adalah melakukannya setiap pekan. Jika kamu sibuk, coba untuk tidak menundanya tidak lebih dari dua pekan,” kata Atanasov lagi.

CEO Allergy and Anaphylaxis Australia Maria Said sepakat kalau tidak mengganti sprei lebih dari dua pekan itu termasuk cukup lama.

“Cuci setiap dua pekan sekali atau setiap satu bulan sekali itu jauh sekali dari sudut pandang higienis,” kata Said.

Baca juga: Tips Bersih Rumah: 4 Cara Cepat Membereskan Rumah

Kalau kamu menderita alergi, sebaiknya memang mengganti sprei setiap satu minggu sekali. Said menyatakan untuk mengurangi alergi adalah mengganti sprei. Alergi tidak bisa disembuhkan. Dan mencuci bisa menjadi cara untuk mengatasi alergi.

Bagaimana Cara Mencuci Sprei?

Ada sejumlah tips yang bisa diterapkan saat mencuci sprei. Hal ini harus dilakukan agar warna sprei tidak pudar serta serat kain tetap terjaga baik.

“Cuci sprei dengan air hangat, dengan suhu 60 derajat Celsius. Temperatur hangat ini bisa membunuh mikro organisme,” kata Atanasov.

Perihal mengenai pilihan deterjen dan juga pelembut dan pewangi pakaian, bisa diserahkan kepada selera masing-masing. Jangan lupa untuk menggantung sprei supaya lebih cepat kering.

Kalau alergi menjadi masalah, Atanasov menyarankan untuk menggunakan pengering. Dia menyarankan untuk menggunakan pengering jika dibandingkan dijemur di luar ruangan. Kalau dijemur, ada potensi sprei akan terpapar oleh pemicu alergi.

Baca juga: 2 Tips Penggunaan Karpet dalam Desain Kamar Tidur

Bagikan: 304 kali