Foto: Rumah123/Getty
 

Rumah bisa rusak karena gempa bumi disertai likuefaksi. Tapi, ada cara mencegah kerusakan tersebut buat kamu yang tinggal di daerah rawan bencana likuefaksi. Seperti diketahui, likuefaksi adalah kejadian tanah yang mencair (soil Liquefaction) atau gejala luruhnya lapisan pasir pada lapisan tanah yang bercampur dengan air. Peluruhan ini bisa diakibatkan oleh guncangan gempa.

Beberapa cara mencegah rumah dari kerusakan akibat likuefaksi menurut Peneliti Geoteknologi LIPI Adrin Tohari, seperti dikutip jabar.tribunnews.com, Rabu (24-10-2018), di antaranya sebagai berikut ini:

Bikin ruang kosong antara lantai rumah dan permukaan tanah.

Lantai rumah jangan langsung menyentuh permukaan tanah. Pasalnya, likuefaksi berpotensi langsung merusak fondasi dan lantai rumah yang menempel pada tanah.

Pada saat terjadi likuefaksi, ada semburan pasir yang mengeluarkan air yang bertekanan kuat. “Kalau lantai rumah bersentuhan langsung dengan tanah, pasti langsung rusak,” kata dikutip dari sumber yang sama. Sarannya, posisi lantai ditinggikan.

Baca juga: Sertifikat Tanah bagi Korban Gempa Tuh Gimana Jadinya?

Adrin menginfokan bahwa berdasarkan penelitian di Padang, kalau tingkat penurunan tanah di atas 40 cm, maka berpotensi terjadi kerusakan. Maka, setidaknya lantai rumah harus 50 cm di atas permukaan tanah.

“kalau kita kasih ruang kosong atau pasir atau brangkal, tekanan air akan dihempaskan ke ruang kosong itu,” kata Adrin.

Fondasi rumah harus terikat kuat.

Kalau fondasi rumah terikat kuat, maka tak akan lepas kalau terkena guncangan gempa. Rumah di Jepang ada yang fondasinya di atas tanah.

Baca juga: Memperkecil Risiko Kerusakan Ruang Makan Outdoor

Waspadai jenis tanah pasir yang gembur.

Menurut Adrin, karakteristik tanah yang berpotensi terjadinya likuefaksi adalah tanah pasir yang gembur. “Tanah pasir yang gembur, bukan batu, dia juga jenuh air. Kalau gembur menunjukkan kepadatan. Kalau pasir gembur seperti pasir material yang belum dicampur semen,” kata Adrin menjelaskan rincian tanah pasir gembur.

Bagikan: 727 kali