Ilustrasi Pasangan (Foto: Rumah123/Apartment Therapy)

Setelah menikah, tentunya banyak perubahan yang kamu alami. Salah satunya adalah pengaturan keuangan bersama pasangan.

Pengaturan keuangan harus dilakukan agar pemasukan bisa selaras dengan pengeluaran. Adanya double income tentunya membuat kamu dan pasangan harus mengatur pengeluaran supaya tidak boros.

Baca juga: Berapapun Gaji Lo, Bayar DP Ternyata Masih Berat Banget Euy

Apalagi kalau kamu ingin memiliki hunian. Kamu harus mengumpulkan uang muka atau down payment (DP) dan kemudian membayar cicilan kredit pemilikan rumah (KPR) atau kredit pemilikan apartemen (KPA).

Bagaimana sih cara mengatur keuangan bersama istri atau suami? Situs properti asal Australia, Realestate.com.au memberikan dua tips yang bisa kamu pelajari dan kemudian terapkan.

Baca juga:  Harga Properti Selangit, Banyak Pasangan di Hong Kong Tunda Memiliki Anak atau Menikah

Pertama, memutuskan bagaimana pengelolaan keuangan. Banyak cara yang dilakukan pasangan dalam mengelola keuangan mereka. Tidak ada satu pun cara terbaik, semua tergantung pribadi masing-masing.

Tetapi, ada empat cara yang biasanya dilakukan yaitu tetap membuat semuanya terpisah sehingga kamu dan pasangan mengatur masing-masing. Cara lain adalah membuat satu rekening terpisah dengan komitmen menabung dengan jumlah tertentu.

Baca juga: Milenial Mau Punya Rumah? Atur Pengeluaran dan Punya Tabungan!

Lantas ada dua cara lainnya yaitu menjadikan semua pemasukan jadi satu dan setiap bulan mendapatkan jatah bulanan, sedangkan cara lainnya adalah menyatukan semua pemasukan dan memiliki transaksi secara detil.

Kedua, membuat rencana dan mematuhinya. Saat membuat rencana memang mudah, namun untuk mematuhinya sering kali sulit.

Baca juga:  Milenial Berani Minta Kenaikan Gaji. Nah, Sudah Berani Investasi Properti Belum?

Kamu dan pasangan harus bersepakat dan mematuhi siapa yang membayar tagihan listrik, air, televisi kabel, dan lainnya. Siapa juga yang menabung untuk DP, cicilan mobil atau motor, serta lainnya.

Semua harus patuh dengan kesepakatan awal. Jika kamu dan pasangan tidak bisa mematuhinya, ya sama saja bohong.

Bagikan: 1029 kali