tips menyimpan daging kambing- rumah123.com Ada Sejumlah Tips Menyimpan Daging Kambing di Rumah dengan Cara yang Ramah Lingkungan (Foto: Rumah123/Getty Images)

Idul Adha pastinya identik dengan kurban daging kambing. Ada sejumlah tips dan cara menyimpan daging kambing di rumah dengan cara yang ramah lingkungan.

Umat Islam akan merayakan Hari Raya Idul Adha pada 10 Dzulhijjah 1440 H. Dzulhijjah merupakan bulan terakhir dalam tahun penanggalan Islam.

Saat sebagian umat Islam yang melakukan ibadah haji di Mekkah dan Madinah dengan melakukan wukuf pada 9 Dzulhijjah, maka mereka yang tidak melaksanakan ibadah haji akan melaksanakan ibadah puasa.

Baca juga: 6 Tips Atur Pola Makan Sehat Saat Lebaran

Pada 10 Dzulhijjah, umat Islam merayakan Hari Raya Idul Adha. Orang juga mengenalnya dengan Hari Raya Kurban.

Sejarah dari Idul Adha ini berawal dari peristiwa penyembelihan Nabi Ismail AS oleh ayahnya Nabi Ibrahim AS. Allah SWT memerintah Nabi Ibrahim AS untuk menyembelih putranya. Hal ini bertujuan untuk menguji keimanan Nabi Ibrahim AS.

Ketika kedua nabi bertawakal atas perintah Allah SWT, lantas muncul firman Allah SWT yang menyuruh untuk menghentikannya. Kemudian ada perintah untuk mencukupkan kurban hanya dengan kambing.

Baca juga: 4 Cara Mudah Hilangkan Minyak dan Lemak Dari Peralatan Makan Saat Jamuan Lebaran

Hewan kurban yang biasanya disembelih saat Idul Adha bisa berupa kambing, domba, sapi, kerbau, dan unta. Namun, biasanya di Indonesia, binatang yang sering dijadikan kurban memang kambing dan sapi.

Hal biasa ketika orang menerima daging kurban berupa kambing. Ada sejumlah cara mengolah daging kambing di rumah dengan cara yang ramah lingkungan.

Bahaya Membungkus Daging Kambing dengan Plastik Keresek

Seperti dikutip dari situs berita online Beritagar.id bahwa kantong plastik keresek yang biasanya berwarna hitam adalah plastik daur ulang yang terbuat dari plastik politilen. Sementara sebagian plastik terbuat dari material lainnya silikon dan senyawa dioksin.

Kantong plastik keresek berwarna memiliki banyak kandungan kimia yang tidak baik untuk tubuh manusia. Daging yang terbungkus plastik berwarna bisa menimbulkan zat karsinogen yang bisa menyebabkan kanker paru-paru.

Kantong plastik menyimpan bahaya lain. Kantong plastik daur ulang berwarna hitam merupakan hasil olahan sampah atau pestisida.

Ada sejumlah logo material kantong plastik yang harus diperhatikan seperti HD-PE. Jika ada kode seperti ini, maka kantong plastik bukan untuk membungkus makanan. Jika ada logo PET atau PP, maka plastik ini aman untuk bungkus makanan.

Solusinya adalah menggunakan plastik putih atau bening yang belum didaur ulang. Jika terpaksa menggunakan kantong plastik keresek, lapisi makanan dengan daun atau karton yang mudah terurai.

Sebenarnya plastik keresek hitam tidak berbahaya untuk membungkus benda non makanan atau bahan makanan yang masih memiliki kulit.

Menyimpan Menggunakan Wadah Ramah Lingkungan

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Barat sempat melansir sejumlah cara menyimpan daging kurban dengan cara yang ramah lingkungan. Tips ini disebarkan melalui media sosial.

Gunakan saja besek bambu, besek daun kelapa, besek daun pandan. Atau membungkusnya dengan daun pisang atau daun jati.

Jika ingin menyimpannya dengan menggunakan plastik, gunakan saja wadah plastik kontainer. Mungkin kalau menyebutkan jenama atau merek ternama seperti Tupperware, Lock & Lock, dan sejenisnya. Biasanya, kontainer makanan seperti ini memang terbuat dari plastik yang didesain untuk menyimpan makanan.

Baca juga: Tips Sehat: Hindari Sejumlah Makanan Ini Saat Santap Sahur

Bagikan: 2069 kali