concept image of make your a house

Membeli rumah tak selalu harus yang baru dibangun. Biasanya, rumah bekas harganya lebih miring ketimbang yang baru.

Memilih rumah bekas memang sedikit lebih rumit dibanding rumah baru sehingga Anda perlu berhati-hati. Selain kemungkinan akan adanya calo yang hanya memikirkan keuntungan pribadi, rumah bekas juga kadang sarat dengan permasalahan yang ditinggalkan pemilik sebelumnya.

Untuk Anda yang sedang mencari rumah bekas, di bawah ini ada beberapa kiat memilih rumah bekas pakai seperti dinukil dari Okezone.com:

Baca juga: Pemerintah Harus Awasi Harga Tanah MBR

Lokasi Luangkan waktu untuk mencari tahu soal lingkungan sekitar rumah bekas yang Anda incar. Apakah wilayah tersebut aman dan bebas banjir? Tentu saja lokasi strategis dan akses yang mudah terjangkau harus menjadi perhitungan.

Usahakan banyak bertanya pada calon tetangga atau masyarakat sekitar. Kecermatan dalam mengetahui lokasi rumah bekas sangat penting. Jangan sampai harga rumah Anda jatuh karena sering jadi langganan banjir atau hal lainnya.

Sejarah rumah Cari tahu tentang latar belakang rumah incaran untuk menghindari masalah yang akan timbul saat Anda membelinya. Sejarah rumah penting untuk Anda ketahui. Kumpulkan informasi apakah rumah itu bersengketa? Apakah rumah itu tempat terjadinya kriminalitas seperti pembunuhan atau bunuh diri? Usahakan membeli langsung dari tangan pertama sehingga sejarah rumah belum terlalu kompleks.

Pilih agen tepercaya Apabila Anda ingin mencari rumah dengan bantuan agen properti, pilihlah broker tepercaya, dan tentunya berbadan hukum demi kelancaran dan keamanan transaksi jual-beli.

Hubungi langsung penjual rumah Jauhkan diri dari calo atau perantara yang hanya mencari untung. Usahakan menghubungi pihak penjual rumah secara langsung untuk mendapat informasi lengkap tentang rumah dan harganya. Harga rumah seringkali lebih tinggi apabila Anda membelinya dari calo.

Dokumen rumah Bila memutuskan membeli rumah dengan mengunakan fasilitas Kredit Pembelian Rumah (KPR), rumah bekas incaran Anda harus memiliki dokumen lengkap seperti Sertifikat Hak Milik (SHM), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Hal tersebut merupakan syarat mutlak dan menandakan rumah tersebut bernilai jual dan legal didirikan.

Harga rumah Harga rumah seharus sesuai dengan kondisinya. Pastikan Anda tahu kondisi rumah tersebut sebelum menawar. Anda bisa cari tahu tentang harga properti di sekitar rumah incaran untuk mendapat informasi apakah rumahnya terlalu mahal atau sesuai harga pasar.

Hal lain yang penting diketahui adalah nilai investasi rumah tersebut. Seandainya Anda mendadak tidak betah dan menjual rumah tersebut, jangan sampai harganya lebih murah saat dijual.

Hitung biaya renovasi Rumah bekas biasanya harus mengalami beberapa proses renovasi setelah dibeli. Hitung cermat biaya renovasinya. Jangan-jangan biaya renovasinya lebih besar daripada kamu membeli rumah baru. Untuk alternatif biaya renovasi kamu bisa menggunakan pinjaman tanpa agunan atau KTA dari bank. (Ing)

Baca juga: Modal Irit Renovasi Rumah
Bagikan: 2053 kali