Foto: Rumah123/Getty
 

Uang muka atau Down Payment (DP) 0% yang akan berlaku mulai 1 Agustus 2018 nanti emang membantu buat kamu yang selama ini pengen punya rumah tapi terkendala DP. Jadi, gak ada alasan gak sanggup bayar DP-nya maka gak juga punya rumah, ya kan?

Akan tetapi, buat kamu yang sudah punya simpanan khusus untuk beli rumah, ya sebaiknya bayar DP aja meski persentasenya rendah sekalipun, semisal 1-5%. Semisal harga rumah Rp300 juta, maka DP 1-5% kan cuma sekitar Rp1-15 juta. Pasalnya, dengan membayar DP, meksipun persentasenya rendah, akan mengurangi jumlah cicilan yang harus kamu bayar per bulannya.

Baca juga: Apa Sih Konsekuensi dari DP 0%?

Jadi, kamu perlu mengukur diri juga. Seberapa kesanggupan kamu mencicil per bulannya? Persentase cicilan per bulan adalah sekitar 30% dari penghasilanmu sebulan. Kalau penghasilanmu besar, maka bisa aja cicilannya kamu bikin lebih dari 30% gaji, sehingga pengeluaran rutin kamu per bulannya bisa lebih ringan. Tapi, kalau DP 0% atau tanpa DP dan kamu ambil tenor (masa mencicil) 15-20 tahun, maka cicilan per bulannya bisa tinggi yang mungkin aja mengganggu cash-flow kamu.

"Perlu mengukur diri juga. Konsekuensinya tempo kreditnya 15-20 tahun, tentunya ada potensi cicilan akan lebih mahal," kata Vice President Economist PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede, seperti dikutip Kompas.com, Rabu (4-7-2018).

Baca juga: Kalau Rumah DP 0%, Cicilannya Jadi Gede Gak?

Jadi, kamu perlu mempertimbangkan apakah penghasilan yang kamu terima bisa meng-cover pengeluaran rutin per bulan pada saat kamu mulai membayar cicilan KPR. Kalau gak nutupin, ya kamu bersabar nabung aja buat DP agar cicilan per bulan gak terlalu besar. "Kalau tidak mencukupi jangan berani ambil KPR dengan DP rendah," kata Josua.

Bagikan: 1811 kali