Ilustrasi Foto: Rumah123/Forbes
 

Kaya raya seperti tokoh di film Crazy Rich Asian sapa yang gak mau? Tapi, kalau ditilik-tilik ternyata mereka kaya bukan mendadak atau instan lho. Kalaupun mereka kelihatan santai gak kerja keras, paling gak nenek-kakek atau buyutnya dulu berusaha keras untuk jadi kaya. Emang gak ada jalan pintas sih kalau kamu emang pengen kaya beneran, bukan cuma kelihatan kaya.

Nah, berikut ini tips sederhana agar kamu bisa kaya raya seperti dikutip dari Detik.com, Sabtu (13-10-2018):

Ke-1. Setia terhadap anggaran yang udah dibikin. 

Setia tuh bukan cuma sama pacar atau pasangan hidup aja. Tapi, sama anggaran yang udah kamu bikin pun kamu kudu setia alias disiplin. Bikin anggaran tuh wajib hukumnya. Setelah dibikin, kamu harus disiplin mematuhi anggaran yang udah kamu buat itu. Kalau belum punya atau belum pernah bikin, ya bikinlah sekarang!

Baca juga: KPR Milenial Ini DP-nya 0% Bunganya Rendah 6,5% Fix 5 Tahun

Tujuan bikin anggaran adalah untuk mengendalikan pengeluaran. Kalau kamu punya anggaran dan bikin pos-pos pengeluaran dari awal, kamu jadi lebih mudah dalam mengendalikan pengeluaranmu.

Men-tracking pengeluaran bisa jadi solusi jitu dalam mengenali kelemahanmu dalam mengelola keuangan. Pasalnya, ada kebocoran yang kerap terjadi di setiap bulannya. Maka dari itu, kalau pengen kaya ya harus disiplin terhadap anggaran yang udah kamu bikin sendiri. Intinya, kamu harus bisa mengendalikan rasa ‘ingin’. Ingin beli itu, ingin punya ina-inu. Ingat, kebutuhan yang harus kamu penuhi, bukan keinginan.

Ke-2. Anggaran kebutuhan hidup bulanan 50% aja. 

Kalau kamu bingung gimana bagi gaji untuk kebutuhan bulanan dan lain-lainnya. Coba pake aja rumus klasik 50:20:30. Metode ini bisa dipraktikkan oleh siapa pun dengan latar belakang apa pun. Jadi, sebanyak 50% penghasilanmu untuk kebutuhan bulanan (kebutuhan primer), yang 20% untuk menabung/investasi, yang 30% untuk keinginan.

Baca juga: Tips Milenial Berinvestasi Agar Bisa Beli Rumah 

Kebutuhan bulanan tuh seperti makanan, transportasi, dan lain-lain. Yang kamu masukkan ke pos pengeluaran 50% ini adalah yang benar-benar kebutuhan rutin dan bersifat primer. Jadi, bukan untuk jajan, belanja-belanji, ngopi-ngopi, atau lainnya.

Ke-3. Anggaran menabung/investasi 20% 

Begitu terima gaji, segera yang 20% dari gajimu itu kamu pisahkan ke rekening tersendiri. Bikin rekening khusus tabungan. Tujuannya ya agar gak campur-campur sama kebutuhan yang lainnya. Kalau pos tabungan itu jumlahnya sudah lumayan, kamu bisa buat investasi. Jenis investasi apa ya nanti kamu cari tau lagi. Pasalnya, kalau cuma nabung dan nabung, ya duit kamu lama tumbuhnya. Jumlahnya ya segitu-gitu aja!

Ke-4. Anggaran senang-senang 30% 

Udah kerja capek-capek, masak gak boleh senang-senang? Sebanyak 30% dari gaji boleh kamu anggarkan buat “your time”. Ngopi-ngopi, ke bisokop, wisata, belanja-belanja, ya pakelah anggaran ini. Kalau udah abis, ya udah, stop! Kamu jangan ganggu pos pengeluaran yang 50% atau yang 20%.

Baca juga: KPR Gaeesss dari BTN untuk Milenial, Beli Rumah Gak Pake Duit Banyak

Anggaran 30% ini bisa juga kamu jadikan anggaran buat bayar cicilan kredit. Kalau kamu ambil rumah melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) misalnya, maka anggaran ini bisa kamu gunakan buat cicilan rumah. Masih muda udah punya rumah, nanti udah tua bakal bahagia.

Konsekuensi dari kamu gunakan anggaran 30% ini buat cicilan KPR, ya kamu harus ngerem pos keinginan alias anggaran buat senang-senang. Tapi, susah-susah sekarang, senang-senang kemudian, juga asyik kan?

Kalau kamu bisa disiplin terhadap anggaran, suatu hari nanti kamu bakal kaya raya. Investasi dari anggaran yang 20% itu kan terus tumbuh dan berkembang. Apalagi kalau kamu pinter memanfaatkan dana investasimu ini buat modal bisnis. Dari bisnis kecil-kecilan jadi besar. Dari iseng-iseng bisnis, jadi bisnis beneran yang besar. Gak mustahil lho, kamu bisa sekaya ‘Crazy Rich Asian’.

Bagikan: 955 kali