tips jual rumah- rumah123.com Ilustrasi. Ada Dua Tips yang Bisa Dilakukan Saat Ingin Menjual Rumah yang Berlokasi di Daerah Rawan Banjir. Salah Satunya Adalah Menurunkan Harga Jual Rumah (Foto: Rumah123/REA Adobe Experience Manager)

Jakarta, Surabaya, Bandung, dan kota lainnya terendam banjir pada awal 2020. Bagaimana tips menjual rumah yang berlokasi di daerah rawan banjir?

Banjir melanda Jakarta dan sekitarnya seperti Bekasi dan Tangerang pada awal 2020. Banjir terjadi setelah perayaan Tahun Baru 2020. Sejumlah wilayah malah terendam hingga atap.

Bandung juga dilanda banjir jelang akhir Januari 2020. Hal serupa juga terjadi di Surabaya dan Tangerang pada masa yang sama.

Baca juga: Tips Jual Rumah: 4 Keuntungan Melakukan Pemeriksaan Kondisi Rumah

Situs berita online Kompas.com pernah menurunkan reportase mengenai warga yang pindah setelah rumahnya terendam banjir yang cukup parah. Banjir yang terjadi di Bekasi memang cukup parah.

Rumah terendam lumpur hingga atap. Mobil hanyut diterjang banjir. Jika kamu mengalami kondisi seperti ini, mungkin kamu akan terpikir untuk pindah rumah.

Situs properti Rumah123.com sempat berbincang dengan Senior Associate Director Residential Tenant Representation Colliers Indonesia Lenny van Es-Sinaga mengenai tips menjual rumah yang berlokasi di daerah rawan banjir. Lenny memaparkan ada dua hal yang bisa dilakukan oleh pemilik rumah.

1. Menurunkan Harga Jual

Penjual bisa menurunkan harga jual dari nilai harga pasaran. Kamu bisa mempertimbangkan berapa jumlah penurunan harga jual dengan seksama.

Hal ini dilakukan untuk menarik perhatian pembeli. Biasanya pembeli sudah mengetahui kalau daerah rumah kamu memang rawan banjir.

Calon pembeli tentunya berharap ada pengurangan harga karena hal tersebut. Meskipun rumah kamu terbilang besar dan bagus serta memiliki fasilitas yang lengkap di lingkungan sekitar.

Baca juga: Tips Jual Rumah: Cara Mengetahui Harga Pasar Sebuah Properti

Namun, ada juga kawasan yang memang tidak turun harga meskipun lokasinya memang rawan banjir setiap tahun. Dua di antaranya adalah Kelapa Gading di Jakarta Utara dan Kemang di Jakarta Selatan.

Kelapa Gading memang menjadi favorit lokasi tempat tinggal bagi mereka yang terbiasa tinggal di Jakarta Utara. Kawasan ini penuh dengan area residensial seperti perumahan dan apartemen, serta wilayah komersial seperti ruko (rumah toko), rukan (rumah kantor), dan perkantoran.

Sementara Kemang memang menjadi area favorit orang kaya di Indonesia dan ekspatriat (para pekerja profesional dari luar negeri). Lokasi Kemang terbilang dekat dengan kawasan pusat niaga terpadu (central business district) di Sudirman, Thamrin, Kuningan, dan juga TB Simatupang.

2. Menentukan Waktu Jual yang Tepat

Kalau kamu ingin menjual rumah di lokasi rawan banjir, sebaiknya kamu tidak melakukannya saat masih musim hujan. Calon pembeli akan melihat potensi adanya penurunan harga jual yang besar.

Jika kamu ingin menjualnya, pastikan kamu memasarkannya setelah musim hujan berlalu. Orang sudah melupakan bencana banjir.

Sebaiknya kamu tidak terburu-buru untuk menjual rumah saat masih musim hujan. Apalagi orang akan menandai lokasi yang memang rawan banjir.

Waktu menjual yang tepat memang menjadi cara lain selain menurunkan harga jual. Bisa jadi kamu dapat menjual rumah dengan harga sesuai pasaran.

Baca juga: Tips Jual Rumah: 9 Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Jual Rumah

Bagikan:
1540 kali