tips jual rumah- rumah123.com Ada Sejumlah Faktor yang Membuat Harga Jual Rumah Menjadi Lebih Tinggi. Bagi Kamu yang Berencana Menjual Rumah, Cari Tahu Faktor-Faktor Tersebut (Foto: Rumah123/Getty Images)

Ketika kamu ingin menjual rumah pastinya ingin menjual sesuai harga pasar. Ada beberapa hal yang bisa menentukan harga pasar sebuah properti.

Kamu ingin menjual rumah, apartemen, atau properti lainnya. Saat kamu ingin menjualnya, pastinya kamu berharap menjualnya sesuai harga pasar.

Di Indonesia, orang mengenal NJOP atau Nilai Jual Objek Pajak. Dalam sehelai surat pajak yang harus dibayarkan tiap tahunnya, orang bisa mengetahui NJOP sebuah bangunan.

Baca juga: Tips Jual Rumah: 9 Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Jual Rumah

Mungkin rumah kamu hanya memiliki nilai jual sesuai NJOP sebesar Rp500 juta. Namun, harga pasar properti di sekitar kawasan rumah, rumah kamu bisa bernilai Rp1,25 miliar hingga Rp1,5 miliar.

Biasanya, para penjual memang menginginkan nilai jual rumah sesuai harga pasar lantaran ingin mendapatkan keuntungan. Penjual yang melepas properti sesuai NJOP biasanya terlilit hutang atau karena harus membayar biaya rumah sakit.

Sebelum memutuskan untuk menjual rumah atau properti berdasarkan harga pasar, kamu harus mengetahui beberapa faktor yang mempengaruhi harga jual rumah.

Baca juga: Tips Jual Rumah: 10 Fitur yang Bikin Kaum Milenial Tertarik Membeli

Jadi kamu bisa berargumentasi kepada calon pembeli mengenai harga rumah. Argumentasi didasarkan pada fakta dan data.

Laman properti Realtor.com memberikan sejumlah ulasan. Realtor.com merupakan situs properti di Amerika Serikat. Situs ini dan juga Rumah123.com berada di bawah naungan REA Group Australia.

1. Karakteristik Eksternal

Kalau rumah terlihat menarik, kondisi eksterior rumah termasuk keren, ukuran tanah luas, gaya rumah keren, hingga kemudahan fasilitas publik bisa menjadi nilai tambah.

Sederetan faktor di atas masuk akal, bukan? Sebagai penjual, kamu harus membuat rumah menarik perhatian pembeli.

2. Karakteristik Internal

Ukuran dan jumlah kamar, kondisi rumah, konstruksi rumah, full furnished atau semi furnished, fasilitas pendukung, dan lainnya.

Biasanya orang Indonesia memang tidak suka membeli rumah dengan furniturnya. Namun, setidaknya kitchen set memang harus tersedia.

3. Properti yang Terjual Sebelumnya

Pastinya ada rumah atau properti yang terjual sebelumnya di daerah kamu. Harga jualnya bisa menjadi perbandingan harga rumah.

Namun, pastikan kalau rumah harus memiliki perbandingan yang serupa mulai dari luas, fasilitas, dan lainnya. Bahkan, kalau bisa kamu membandingkan lokasi rumah apakah di jalan besar, jalan sedang, atau mungkin gang kecil.

4. Pasokan dan Permintaan

Ini adalah hukum ekonomi sederhana. Jika banyak penjual yang ingin melepas rumahnya, maka kamu juga kesulitan untuk menetapkan harga tinggi.

Sebaliknya, jika rumah yang dipasarkan jumlahnya sedikit tetapi calon pembeli banyak, kamu bisa menaikkan harga jual sedikit lebih tinggi.

5. Lokasi, Lokasi, dan Lokasi

Apakah lokasi memang menjadi incaran? Rumah dekat sekolah, rumah sakit, pasar, dan lainnya? Apakah tingkat kejahatan tinggi? Biasanya pembeli menginginkan hunian yang dekat dengan fasilitas publik dan fasilitas sosial.

Pasti kamu tahu kalau ada daerah yang menjadi idaman seperti Serpong, Bintaro, Tebet? Sementara ada sejumlah lokasi yang tidak menjadi bidikan.

Baca juga: Tips Jual Rumah: Keuntungan Jual Rumah Lengkap Dengan Furnitur

Bagikan: 1643 kali