Studio Arsitektur Jepang, Tomomi Kito Mendesain Ulang Sebuah Hunian Supaya Bisa Ditempati oleh Nenek, Bapak Ibu, dan Cucu (Foto: Rumah123/Realestate.com.au)

Sebuah rumah dihuni oleh beberapa generasi? Sepertinya hal ini lazim bagi orang Asia. Bagaimana mendesain rumah yang bisa mengakomodasi semua kebutuhan penghuni?

Situs properti Realestate.com.au mengulas bagaimana studio arsitektur Jepang, Tomomi Kito mendesain ulang sebuah hunian multi generasi. Rumah tersebut berada di ibu kota Jepang, Tokyo.

Hunian ini sebenarnya sudah berusia 40 tahun. Dua generasi sebelumnya sudah pernah tinggal di rumah yang memiliki luas 140 m2 tersebut.

Baca juga: Tampang Boleh Sangar Tapi Jagoan UFC Khabib Nurmagomedov Masih Tinggal Sama Ortu

Klien adalah sepasang suami istri yang memilki seorang putra. Mereka sudah menempati rumah selama beberapa tahun. Lantas mertua klien pindah ke Tokyo. Pasangan ini pun memutuskan untuk merenovasi hunian.

Tomomi Kito mengubah hunian ini mengubah hunian menjadi lebih terang. Ruang yang terbatas disiasati dengan material kayu berwarna terang pada bagian interior.

Selain itu, sejumlah jendela dan skylight dibuat agar cahaya matahari masuk dengan leluasa. Jendela dan skylight juga memudahkan udara masuk. Hunian ini menjadi terlihat terang dan memiliki sirkulasi udara yang bagus.

Rumah Ini Berada di Ibu Kota Jepang, Tokyo. Hal Biasa Kalau di Asia, Sebuah Rumah Dihuni oleh Lintas Generasi (Foto: Rumah123/Realestate.com.au)

Baca juga:  Kakek Belikan Cucunya Rumah Seharga Rp42 Miliar! Terima Kasih Ya Kek

Biro arsitek mendesain setiap ruangan privat bisa memiliki ruangan publik. Hal ini dimaksudkan agar penghuni bisa menghabiskan waktu bersama dan juga bisa melakukan aktivitas pribadi.

Ruang tidur juga dirancang dapat diubah sehingga saat penghuni membutuhkan perubahan, mereka bisa bertukar tempat tidur. Desain ini ingin memastikan kalau rumah memiliki fungsi yang baik bagi setiap generasi.

Tomomi Kito menyatakan ritme harian dari setiap anggota keluarga berbeda. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah menciptakan ruang yang bisa membantu hubungan yang menyenangkan di antara penghuni.

Nah, sepertinya desain yang dibuat Tomomi Kito bisa diambil inspirasinya lho. Hal biasa di Indonesia kalau kakek, nenek, bapak ibu, anak, cucu, dan lainnya berkumpul bersama dalam satu rumah.

Baca juga: Kakek Nenek, Bapak Ibu, dan Cucu Kumpul Semua di Sini

Penghuni Bisa Bertukar Ruangan. Studio Arsitektur Mendesain Hunian Bisa Mengakomodasi Kebutuhan Semua Penghuni (Foto: Rumah123/Realestate.com.au)
Bagikan: 726 kali