Kamar Anak Menjadi Salah Satu Hal yang Mesti Dicek Orang Tua Sebelum Membeli Rumah (Foto: Rumah123/Apartment Therapy)

Beli rumah saat masih single dibandingkan saat sudah berkeluarga tentu berbeda. Ada beberapa hal yang mesti kamu perhatikan saat kamu membeli rumah dan berstatus sebagai mom and dad.

Kalau kamu masih single atau baru menikah, kamu nggak bakal keberatan tinggal di apartemen studio atau rumah tipe 36. Namun, lain halnya saat kamu sudah memiliki buah hati, apalagi kalau putra putri kamu sudah besar.

Banyak hal yang perlu kamu perhatikan saat membeli rumah ketika kamu sudah memiliki anak. Kamu akan memerhatikan kebutuhan anak.

Baca juga: Kayak Apa Ya Rumah yang Dibeli Orang Paling Tajir Sedunia Buat Anaknya?

Situs properti Realtor memberikan ulasan mengenai hal yang mesti kamu perhatikan dan dicek ketika kamu membeli rumah yang bakal dihuni keluarga. Apa saja fasilitas yang mesti kamu cek?

Pertama, kamar tidur. Perhatikan letak kamar tidur ketika membeli rumah dua lantai. Di mana letak kamar tidur utama dan kamar tidur anak.

Jangan sampai anak kamu yang masih balita memiliki kamar tidur di lantai dua, sementara ruang tidur kamu berada di lantai satu. Jangan sampai anak atau kamu harus bolak balik lho.

Baca juga:  Milenial AS Lebih Suka Tinggal dengan Orangtua, Emang Ga Malu?

Kedua, jalan setapak dan juga jalan raya. Seandainya kamu membeli rumah di cluster, kamu bisa merasa aman jika putra putri kamu bermain di luar rumah, entah itu bermain sepeda, berkejaran, dan lainnya.

Lain cerita kalau kamu membeli rumah bukan di cluster, kamu harus mempertimbangkan apakah anak-anak bisa aman saat berjalan di trotoar jalan raya.

Ketiga, konsep ruang terbuka. Enaknya memiliki rumah dengan konsep ruang terbuka atau open floor adalah kamu bisa memerhatikan buah hati kamu saat bermain. Sementara kamu bisa bekerja, memasak, menyiapkan makanan, dan lainnya.

Baca juga:  Ini Kamar Anak Lho, Bukan Kamar Orang Tua

Keempat, akses ke taman belakang. Jika rumah mempunyai taman belakang, pastikan kamu bisa melihat aktivitas anak-anak saat bermain.

Kelima, area yang datar. Coba perhatikan lingkungan sekitar rumah, jika banyak jalan menurun yang curam tentunya berbahaya jika anak-anak ingin berlari atau naik sepeda.

Keenam, area berbahaya di rumah. Bisa jadi pemilik rumah sebelumnya tidak memiliki anak kecil sehingga desain rumah tidak mempertimbangkan anak kecil. Mungkin letak kompor, sambungan listrik, dan lainnya bisa membahayakan anak.

Baca juga:  Menyelaraskan Desain Interior Keinginan Orang tua dengan Anak? Bisa Aja Kok

Ketujuh, fasilitas umum dan fasilitas sosial. Tentu enak jika kamu berbelanja ke minimarket atau makan di restoran tidak perlu memakai kendaraan seperti mobil dan motor, tetapi kamu hanya perlu jalan kaki.

Kedelapan, lingkungan sekitar. Alangkah menyenangkan jika memiliki tetangga yang baik. Kamu bisa meninggalkan rumah dengan tenang. Kamu bisa menitipkan anak-anak kepada tetangga. Lain halnya jika tetangga cuek atau malah ada predator anak yang suka melecehkan. Hal ini tentu menakutkan.

Nah, delapan hal ini mesti diperhatikan bagi kamu yang sudah berstatus mom and dad saat ingin membeli rumah. Jangan lupa ya.

Baca juga:  Desain Hunian yang Cocok untuk Orang Tua, Mau Lihat?

Bagikan: 360 kali