generasi milenial- rumah123.com Ilustrasi Generasi Milenial. Kaum Milenial Memiliki Tiga Pilihan untuk Membeli Rumah yaitu Membayar Secara Tunai Keras, KPR, dan Tunai Bertahap (Foto: Rumah123/Getty Images)

Bagi generasi milenial yang ingin membeli rumah, ada tiga pilihan untuk membayar. Kamu bisa membayar secara tunai, KPR, atau tunai bertahap.

Saat ingin membeli rumah atau apartemen, generasi milenial memiliki hambatan dalam membayarnya. Tidak semua orang bisa membeli secara tunai kecuali dibantu oleh orang tua.

Ketika ingin mengangsurnya melalui KPR (Kredit Pemilikan Rumah), generasi milenial terbentur oleh persyaratan slip gaji dan keterangan kerja seperti lama bekerja, status kepegawaian, dan masih banyak lagi.

Baca juga: Tips Beli Rumah: Saatnya Cari Properti di Kota Kecil

Hal ini terjadi lantaran banyak dari generasi milenial yang bekerja secara freelance, memiliki usaha sendiri, dan lainnya. Hal ini tentunya mengganjal usaha kaum milenial memiliki properti.

Sebenarnya, ada satu lagi cara pembayaran yang bisa dilakukan oleh generasi milenial yaitu tunai bertahap. Semua perusahaan pengembang memberikan pilihan ini.

Salah satu yang memberikannya adalah Paramount Land. Developer ini baru saja memasarkan produk terbarunya Granada untuk target konsumen generasi milenial.

Baca juga: Tips Beli Rumah: 4 Cara Mencari Tahu Lingkungan Sekitar Rumah Aman

Hunian tapak dua lantai ini memiliki tiga tipe. Perusahaan pengembang menawarkan hunian ini dengan harga Rp2,48 miliar.

Developer memberikan kemudahan membayar bagi konsumen untuk memiliki rumah impian dengan tiga cara membayar. Konsumen bisa memilih tunai keras, KPR, dan tunai bertahap.

“Untuk memudahkan konsumen mendapatkan hunian impian di Gading Serpong, kami menyediakan beragam cara pembayaran yang mudah dan menarik, di antaranya tunai keras, KPR, dan tunai bertahap hingga 24 kali,” ujar Associate Director Paramount Land, M. Nawawi.

1. Membayar Secara Tunai Keras

Kalau kamu membeli properti dengan cara tunai keras, memang biasanya prosesnya lebih mudah. Developer akan memberikan potongan harga yang cukup banyak. Biasanya, harga tunai keras berbeda jauh dengan harga tunai bertahap, apalagi dengan KPR.

Namun, bagi kebanyakan generasi milenial yang masih memiliki pendapatan terbatas, cara bayar ini tentu memberatkan. Mungkin ketika kamu sudah bisa memiliki bisnis yang mapan atau karier yang oke, cara bayar ini bisa menjadi pilihan.

2. Menyicil Melalui KPR

Bank Indonesia pernah merilis riset yang menyatakan rata-rata orang Indonesia membeli properti melalui cicilan KPR. Pembelian lewat skema ini memang memudahkan konsumen.

Kamu hanya perlu membayar uang muka atau down payment (DP) sebesar 20 persen. Malah kamu bisa membayar uang muka sebesar 15 persen mulai Desember 2019. Biasanya, developer juga memperbolehkan uang muka untuk dicicil beberapa kali.

Selain itu, konsumen juga dimudahkan oleh cicilan yang bisa bertenor atau jangka waktu panjang. Kamu bisa mengambil jangka waktu cicilan 10, 15, hingga 20 tahun.

3. Membeli Secara Tunai Bertahap

Kalau kamu berprofesi sebagai wirausaha atau freelance, kamu memang memiliki uang banyak, tetapi tidak bisa memperoleh cicilan dari bank. Cicilan tunai bertahap atau menyicil melalui developer menjadi pilihan.

Ada sejumlah pilihan tunai bertahap mulai dari 12 bulan, 24 bulan, hingga 60 bulan. Setiap developer memiliki kebijakan sendiri. Kamu bisa mempertimbangkan jangka waktu sesuai kemampuan membayar.

Baca juga: Tips Beli Rumah: 3 Hal yang Harus Dilakukan Usai Cek Kondisi Rumah

Bagikan: 1915 kali