Lebaran- Rumah123.com Saat Merayakan Idul Fitri Atau Lebaran, Tidak Ada Salahnya Untuk Memberikan Uang Lebaran Kepada Sejumlah Orang. Namun, Sebelum Melakukannya, Cek Dulu Sejumlah Hal (Foto: Rumah123/Getty Images)

Saat Idul Fitri, biasanya ada tradisi membagikan uang lebaran. Bagaimana caranya tetap menjaga tradisi tanpa membuat keuangan kacau balau.

Hari Raya Idul Fitri identik dengan sejumlah hal. Salah satu tradisi itu adalah memberikan uang lebaran kepada mereka yang lebih muda atau yang lebih tua.

Saat lebaran, pastinya kamu mengeluarkan banyak uang. Sejumlah pos pengeluaran bertambah seperti biaya buka bareng (bukber), mudik, hingga membagikan uang lebaran.

Baca juga: Tips Nabung DP: Menghemat Pengeluaran Atau Menambah Penghasilan

Kalau saat kecil, kamu masih menerimanya, maka lain cerita saat kamu sudah memiliki penghasilan dan telah berkeluarga. Kamu akan memberikannya untuk keponakan, anak tetangga, mertua, orang tua, dan masih banyak lagi.

Banyak hal yang melatarbelakangi kenapa orang memberikan uang lebaran, angapo, salam tempel, atau apa pun itu namanya. Salah satunya tentu ingin berbagi kebahagiaan saat lebaran.

Sudah pasti kalau hal ini menjadi pos pengeluaran terbesar. Ada sejumlah tips yang bisa kamu lakukan agar lebaran tahun depan, kamu masih bisa berbagi uang lebaran tanpa membuat dompet kamu bolong.

Baca juga: Tips Pengaturan Keuangan: 2 Cara Atur Duit Bersama Pasangan

Cek Kondisi Kesehatan Keuangan

Kamu harus mengecek dulu apakah kondisi keuangan masih sehat atau tidak? Apakah kalau kamu memberikan uang lebaran akan mengganggu cicilan KPR/KPA (kredit pemilikan rumah/kredit pemilikan apartemen), cicilan mobil/motor, cicilan kartu kredit, cicilan kredit tanpa agunan?

Bagaimana juga dengan pengeluaran rutin bulanan seperti membayar listrik, air PAM, telepon, belanja kebutuhan sehari-hari, biaya sekolah anak, ongkos pergi pulang ke kantor, makan siang, dan masih banyak lagi.

Jika kondisi keuangan kamu baik, kamu bisa menganggarkan dalam jumlah banyak. Namun, bila tidak, kamu masih bisa memberikan uang lebaran namun hanya kepada orang tertentu saja.

Menyusun Daftar Penerima

Siapa saja yang bakal menerima uang lebaran dari kamu? Kamu harus menentukannya dari awal. Jika dana berlebih, kamu bisa saja memberikannya kepada banyak orang.

Kalau dananya terbatas, kamu harus selektif. Mungkin tidak semua orang menerimanya, namun hanya orang terdekat seperti orang tua, mertua, dan keponakan dari saudara kandung atau ipar.

Jika kamu tidak menyusun daftar, maka ada kemungkinan kalau kamu bakal kebobolan. Hal ini terjadi lantaran terlalu banyak orang yang mendapatkan uang lebaran.

Mendahulukan Penerima Prioritas

Setelah menyusun daftar, kamu harus mendahulukan para penerima prioritas uang lebaran. Yang utama tentunya orang tua, mertua, dan keponakan dekat dari kakak adik serta keponakan dari kakak adik ipar. Tidak ketinggalan kakek nenek jika masih ada dan juga paman bibi.

Selanjutnya adalah mereka yang punya keterkaitan dalam hidup kamu mulai dari asisten rumah tangga (ART), baby sitter, satpam, sopir, guru sekolah anak, guru mengaji anak, guru les anak.

Nah, selanjutnya kamu baru memberikan uang lebaran yang tidak lagi prioritas seperti kepada anak tetangga, saudara jauh, dan lainnya.

Melakukan Pembagian yang Sesuai

Kalau kamu ingin memberikan kepada banyak orang, bagikan secara adil, merata, dan pas. Kalau hanya ke anak tetangga, kamu bisa memberikan mulai dari pecahan Rp5.000 atau Rp10.000. Rasanya sudah cukup pantas.

Lain cerita kalau kamu ingin memberikan kepada keponakan. Namun, kamu harus melihat juga apakah kemenakan ini merupakan putra putri dari saudara kandung (adik atau kakak) dan juga kakak atau adik ipar. Jika iya, kamu bisa memberikan dalam jumlah pecahan Rp50.000, Rp100.000, dan seterusnya.

Bagaimana kalau kamu ingin memberikan kepada orang tua atau mertua? Tentunya jangan perhitungan dengan mereka dong. Lantas bagaimana dengan paman bibi? Sebelum memberikan, lihat dulu kondisi mereka, apakah sudah pensiun atau punya kondisi ekonomi yang kurang. Tidak ada salahnya untuk berbagi.

Memberikan Uang Lebaran Secara Kreatif

Untuk memudahkan kamu memberikan uang lebaran, lebih kamu memasukkannya ke dalam amplop. Kamu bisa membaginya dalam beberapa kategori. Ada yang berisi Rp5.000, Rp25.000, Rp100.000, dan lainnya.

Jika kamu bertemu anak-anak tetangga, kamu sudah tahu akan memberikan amplop yang mana. Begitu juga saat bertemu keponakan, kamu hanya perlu mengambilnya dari tas.

Jadi tidak ada kesalahan saat memberikan. Jangan sampai jatah uang lebaran untuk anak tetangga malah kamu berikan kepada paman dan bibi. Masak mereka hanya mendapatkan Rp5.000.

Tidak Membagi Uang, Tetapi Memberikan Barang

Kamu mungkin merasa pemberian uang lebaran kurang cocok. Kenapa tidak menggantinya dengan barang seperti pakaian, jam tangan, sepatu, makanan, paket sembako, dan lainnya.

Jika kamu mudik lebaran ke kampung halaman, pemberian barang kepada orang tua, mertua, paman, bibi, keponakabn, dan lainnya sudah tentu lebih berkesan. Mereka mendapatkan oleh-oleh yang bagus ketimbang hanya menerima uang.

Pilihan lainnya adalah kamu memberikan uang dan barang. Orang tua, mertua, paman, bibi, atau keponakan biasanya lebih suka mendapatkan pakaian baru, mukena, sarung, atau sajadah untuk lebaran. Saat lebaran, kamu bisa menyelipkan amplop berisi uang saat bersalaman.

Uang Lebaran Jadi THR untuk Orang Tua dan Mertua

Tunjangan Hari Raya (THR) untuk orang tua dan mertua? Kenapa tidak? Biasanya kamu juga memberikan THR kepada asisten rumah tangga (ART) kan? Kamu bisa mengalihkan uang lebaran ini menjadi THR lebaran.

Biasanya, orang tua atau mertua lebih senang jika anak, menantu, dan cucu datang saat lebaran ketimbang menerima uang, hadiah lebaran, atau oleh-oleh. Namun, tidak ada salahnya untuk berbagi kebahagiaan dengan THR.

Pastinya orang tua dan mertua bakal menerima banyak tamu saat lebaran. Mereka akan mengeluarkan banyak dana. Nah, THR ini bisa meringankan beban pengeluaran.

Bagikan: 617 kali