Agen Properti yang Baik Harus Mau Mendengarkan, Memahami, dan Mengerti Penjual dan Pembeli Properti (Foto: Rumah123/Apartment Therapy)

Banyak orang berpikir kalau proses menjual itu sama dengan banyak bicara. Tetapi, jangan lupa kalau tenaga penjualan yang tergolong efektif adalah mereka yang mau mendengar. Tenaga penjualan mesti memahami kalau mendengarkan adalah hal terpenting dalam pekerjaan mereka.

Tenaga penjualan alias agen properti menemui beragam macam orang dalam menjalani pekerjaan mereka. Penjual dan pembeli yang punya latar belakang berbeda, keinginan beragam, dan lainnya. Untuk itu, agen harus bisa mendengarkan dan memahami penjual dan pembeli.

Ir. Eddie Muljawan Soetedjo mengutarakan hal tersebut dalam bukunya yang bertajuk The King of Property: 36 Secrets of Powerful Closing. Dia mengulas sederetan tips dalam menjalankan profesi sebagai agen properti.

Baca juga: Agen Properti Dituntut Gara-gara Jual Rumah Berhantu

Eddie mengungkapkan kalau dia memang tergolong agen properti yang cerewet. Dia mengajukan banyak pertanyaan kepada penjual dan pembeli. Dia harus mengetahui status kepemilikan rumah, jenis sertifikat, luas rumah, hingga alasan menjual.

Dia juga melontarkan sederetan pertanyaan kepada pembeli. Konsumen mau membeli untuk keperluan apa, membayar secara tunai atau melalui KPR (kredit pemilikan rumah).

“Saya menjadi bagian dari jiwa penjual, dan pada saat yang sama, saya menjadi bagian dari hati pembeli,” ujar Eddie dalam bukunya halaman 57.

Baca juga: Tips Jual Rumah: 6 Keuntungan Memakai Agen Properti

Agen properti memang harus mau memahami penjual dan pembeli. Broker harus bisa mendapatkan informasi lengkap mengenai penjual dan properti yang akan dijual. Agen memang harus dituntut dapat memasarkan properti yang dijual secara obyektif sehingga menarik perhatian pembeli.

Broker juga mesti bisa memahami pembeli. Eddie selalu menggali informasi dari pembeli. Apakah pembeli memang berminat atau sekadar membandingkan beberapa properti sekaligus.

Keduanya mesti dipahami karena baik penjual dan pembeli memiliki ego. Broker akan menjadi perantara bagi kedua pihak.

Baca juga: Rilis Buku, Eddie Muljawan Ingin Agen Properti Punya Standar Kerja

Semua hal ini dilakukan untuk membangun kepercayaan dari penjual dan pembeli. Bagi Eddie, pembeli dan penjual merupakan raja yang harus dilayani sebaik mungkin. Dia berusaha melayani sebaik mungkin seperti halnya ketika melayani pasangan, keluarga, atau sahabat.

Berbicara bukanlah pintu gerbang sukses seorang agen properti. Mendengarkan dan memahami kebutuhan penjual dan pembelilah yang lebih penting. Kita mampu berkomunikasi secara efektif jika kita berhasil memahami mereka. (Ir. Eddie Muljawan Soetedjo CPA)

Bagikan: 381 kali