Ilustrasi Rumah (Foto: Rumah123/Realestate.com.au)

Saat agen properti memilih memasarkan dan menjual properti pada pasar sekunder, tentunya dia harus memahami kalau langkah penjualan tentu tidak bisa sama. Broker harus selalu siaga dalam setiap langkah.

Untuk itu, seorang agen properti harus siap untuk mengulangi lagi langkahnya dari awal. Teliti lagi mungkin ada langkah yang salah.

Ir. Eddie Muljawan Soetedjo memaparkan semua hal tersebut dalam bukunya yang berjudul The King of Property: 36 Secrets of Powerful Closing. Dia mengulas sejumlah tips dalam menjalankan profesi sebagai agen properti.

Baca juga: Gelar Mid Year Awards 2018, Harcourts Indonesia Apresiasi Pencapaian Agen Properti

Ketika agen properti memasarkan rumah klien, biasanya selalu ada kendala. Eddie menyatakan selalu ada kasus yang berbeda-beda.

Meskipun ada kasus yang mirip atau serupa, namun penyelesaiannya tidak bisa dijadikan acuan solusi. Broker harus mencari alternatif solusi.

Masalah yang muncul dalam memasarkan properti di pasar sekunder bisa datang dari mana saja. Eddie pernah menemukan kasus kalau pembeli yang berstatus badan usaha milik negara (BUMN) berminat membeli rumah seseorang.

Baca juga: Tips Jual Rumah: 8 Cara Untuk Cari Tahu Agen Properti yang Berkualitas

Kebetulan, rumah ini sedang diagunkan di bank. Pemilik rumah memiliki catatan bagus meski rumah diagunkan. Namun, memang ada kendala terkait birokrasi BUMN mengenai pembelian aset yang diagunkan.

Eddie mengulangi lagi langkah yang dilakukannya. Dia juga berkoordinasi dengan sejumlah orang termasuk mentornya. Akhirnya, transaksi pun terjadi.

“Bertarunglah di lapangan yang sesungguhnya agar Anda menjadi pemenang.” (Ir. Eddie Muljawan Soetedjo CPA).

Baca juga: Apresiasi Agen Properti, Harcourts Indonesia Selenggarakan Annual Awards 2019

Bagikan: 7038 kali