Agen Properti Harus Memilih Cara Pemasaran yang Tepat Saat Menjual Properti (Foto: Rumah123/Realestate.com.au)

Setiap listing properti memiliki jiwa dan keistimewaan masing-masing. Agen properti bertugas mengeluarkan kelebihan dari listing tersebut.

Broker harus dapat merancang bentuk dan media promosi yang sesuai. Yang tidak boleh dilupakan adalah agen properti harus membuat laporan kegiatan.

Ir. Eddie Muljawan Soetedjo memaparkan semua hal tersebut dalam bukunya yang berjudul The King of Property: 36 Secrets of Powerful Closing. Dia mengulas sejumlah tips dalam menjalankan profesi sebagai agen properti.

Baca juga: Tips Jual Rumah: 6 Keuntungan Memakai Agen Properti

Dia memaparkan ada 14 kegiatan promosi yang dapat dilakukan. Broker melakukan comparative market analysis; mengambil foto properti; memuatnya di flyer monitor promosi; menampilkan data properti di brosur, website, hingga marketplace.

Broker bisa memasang tanda menuju lokasi; tanda dijual; menawarkan lewat telepon, aplikasi percakapan, e-mail; penawaran ke mitra bank; menyebar brosur; membuat banner; memasang iklan; hingga melakukan open house.

Agen properti tidak harus melakukan semua aktivitas promosi ini. Semua itu tergatung banyak hal. Apakah agen memegang hak eksklusif pemasaran?

Baca juga:  Dua Kali Ganti Agen Properti, Akhirnya Rumah Bruce Willis Laku Terjual

Apakah pemilik properti setuju dengan cara pemasaran, berapa nilai properti, apakah kelompok pembeli eksklusif, dan lainnya. Setelah melakukan aktivitas promosi, jangan lupa untuk melakukan kegiatan pelaporan kepada pemilik hunian.

Broker bisa memberikan masukan soal harga, jangka waktu promosi, cakupan wilayah promosi, cara komunikasi, dan lainnya. Penjual harus mengetahui masukan yang diberikan oleh pembeli lewat broker.

“Pilih dan gunakan senjata marketing: bukan seberapa hebatnya, melainkan seberapa tepatnya (Ir. Eddie Muljawan Soetedjo CPA).

Baca juga:  Tips Jual Rumah: 8 Cara Untuk Cari Tahu Agen Properti yang Berkualitas

Bagikan: 931 kali