Agen Properti Harus Tepat, Akurat, Hati-hati, Pasti, dan Detail dalam Memasarkan dan Menjual Properti (Foto: Rumah123/Realestate.com.au)

Tidak mudah untuk menjadi agen properti. Setiap broker harus menerapkan sejumlah prinsip dalam memasarkan dan menjual properti yang dipercayakan kepadanya.

Agen properti harus tepat, akurat, hati-hati, pasti, dan detail dalam melakukan proses transaksi. Jangan sampai ada kesalahan yang fatal.

Ir. Eddie Muljawan Soetedjo memaparkan hal tersebut dalam bukunya yang berjudul The King of Property: 36 Secrets of Powerful Closing. Dia mengulas sejumlah tips dalam menjalankan profesi sebagai agen properti.

Baca juga: Agen Properti Zaman Now Wajib Gunakan Digital Marketing

Broker harus memastikan lokasi secara tepat mengenai lokasi, nama jalan, dan keterangan lainnya. Agen properti harus mendapatkan informasi langsung dari pemilik.

Perihal ukuran, denah, dan luas juga harus akurat. Agen properti harus melakukan klarifikasi ke Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Agen properti juga harus berhati-hati melakukan klarifikasi mengenai dokumen properti dan keabsahannya. Seringkali, penjual tidak bisa membedakan perbedaan dokumen seperti sertifikat hak milik, hak guna bangunan, atau girik.

Baca juga: Wah, Ada Kelas Fotografi Buat Agen Properti di Festival Properti Indonesia 2018

Semua detail memang harus diperhatikan oleh agen properti. Tentunya agar tidak terjadi kesalahan fatal yang merugikan klien.

Agen memang harus teliti dalam melakukan pekerjaanya. Lima prinsip tadi harus dilakukan setiap saat. Ingat ya, tepat, akurat, hati-hati, pasti, dan detail.

Risiko adalah akibat dari keteledoran. Lebih teratur dan rapi dalam proses awal ketika mengelola listing merupakan tindakan praktis mencegah risiko dan mengatasinya (Ir. Eddie Muljawan Soetedjo CPA).

Baca juga: Tips Agen Properti: Foto Penting Banget Buat Jualan Properti

Bagikan: 695 kali