Ilustrasi Rumah (Foto: Rumah123/Realestate.com.au)

Seorang agen properti harus memperlakukan listing properti yang dipasarkannya seperti jiwanya. Tentunya seperti sesuatu yang sangat berharga.

Walaupun properti ini bukan milik sang broker, namun dia mesti mencurahkan usahanya agar properti tersebut bisa laku terjual. Agen properti memang harus memperlakukan rumah milik klien malah seperti miliknya.

Ir. Eddie Muljawan Soetedjo memaparkan hal tersebut dalam bukunya yang berjudul The King of Property: 36 Secrets of Powerful Closing. Dia menjelaskan  sejumlah tips dalam menjalankan profesi sebagai agen properti.

Baca juga: Agen Properti Dituntut Gara-gara Jual Rumah Berhantu

Saat memulai karier sebagai agen properti, Eddie memiliki banyak kisah. Saat itu, agen properti atau broker masih dianggap sebagai makelar yang menjual properti.

Dia sering mendapatkan perlakuan yang tidak sopan dari sejumlah orang saat melakukan upaya mencari rumah dijual secara door to door. Eddie mencoba mengumpulkan sebanyak mungkin listing properti yang bisa dijualnya.

Dipandang sebelah mata, dicuekin, dan lainnya menjadi santapan Eddie sehari-hari. Dia malah mendapatkan perlakukan lebih sopan dari kalangan menengah ke bawah.

Baca juga:  Tips Jual Rumah: 8 Cara Untuk Cari Tahu Agen Properti yang Berkualitas

Eddie tidak pantang menyerah. Dia tetap semangat untuk melakoninya. Dia bisa meyakinkan sejumlah pemilik properti menjadi exclusive listing. Eddie menjadi satu-satunya broker yang memasarkan dan menjual rumah tersebut.

Setelah melakoni semua ini, dia mengaku memiliki pengalaman yang cukup mengenai suatu daerah termasuk peruntukkannya seperti untuk bisnis, rumah tinggal, dan lainnya.

Menurut dia, seorang agen properti harus menjadi supermarket dengan memiliki listing yang banyak. Jika broker mempunyai banyak listing dari segala jenis properti maka pembeli potensial akan tertarik mendatangi untuk mencari referensi.

Baca juga:  Tips Agen Properti: Foto Penting Banget Buat Jualan Properti

“Jika kita tidak menjiwai listing yang kita susun, bagaimana kita dapat mengelolanya untuk menciptakan transaksi (Ir. Eddie Muljawan Soetedjo CPA).”

Bagikan: 700 kali