Broker Harus Memiliki Mentor yang Baik dalam Menekuni Bisnis Properti (Foto: Rumah123/Molchanovdmitry-iStock-Realtor)

Saat memulai pekerjaan, ada baiknya untuk memiliki coach atau mentor. Sebagai pemula tentunya tidak banyak mempunyai pengetahuan, wawasan, dan lainnya terkait pekerjaan.

Ketika sudah menjalani profesi selama beberapa waktu, tentunya seseorang tidak hanya memerlukan mentor. Dia juga harus menjadi mentor bagi para pemula yang baru terjun menekuni pekerjaan yang sama.

Ir. Eddie Muljawan Soetedjo memaparkan hal tersebut dalam bukunya yang berjudul The King of Property: 36 Secrets of Powerful Closing. Dia mengulas  sejumlah tips dalam menjalankan profesi sebagai agen properti.

Baca juga: Dua Kali Ganti Agen Properti, Akhirnya Rumah Bruce Willis Laku Terjual

Dia memulai kariernya sebagai broker pada 23 tahun lalu. Eddie belum memiliki wawasan dan pengetahuan mengenai bisnis properti.

Setelah dia menemui klien, Eddie merasa membutuhkan sesi sharing dengan atasan atau broker senior. Kadang dia hanya ngobrol atau curhat. Sang mentor juga tidak selalu memberikan solusi.

Menurut Eddie, hanya dengan bercerita, dia bisa menemukan sendiri solusi atau jawaban dari permasalahan yang dihadapi. Ia merasa bisa belajar banyak.

Baca juga: Tips Jual Rumah: 8 Cara Untuk Cari Tahu Agen Properti yang Berkualitas

Belakangan, dia menjadi mentor bagi para anggota timnya. Dia memiliki tim pemasaran dan penjualan properti. Sebagai mentor, Eddie selalu mengingatkan banyak hal mengenai pekerjaan.

Kehadiran seorang mentor atau coach memang penting lantaran tidak selamanya bisnis properti dalam kondisi baik. Mentor bisa memberikan masukan agar agen properti tidak salah dalam melakukan suatu hal atau mengambil keputusan.

Mentor yang baik akan mengembangkan orang menjadi lebih baik. Mentor yang baik bakal lebih banyak bertanya ketimbang memberikan arahan dan bisa membuat orang itu bisa berpikir mencari solusi.

Baca juga:  Tips Agen Properti: Foto Penting Banget Buat Jualan Properti

“Sehebat apa pun kita menguasai keahlian, tanpa kehadiran coach, ilmu kita akan berakhir di arena kesombongan. Coach adalah orang yang tepat untuk mengasah kembali jiwa kita supaya sadar bahwa tanpa dia, kita tidak akan berhasil meraih mimpi.” (Ir. Eddie Muljawan Soetedjo CPA).

Bagikan: 516 kali