LRT- Rumah123.com Pengelola LRT Palembang, PT KAI Indonesia (Persero) Menambah Jumlah Jadwal Perjalanan Kereta Dari 52 Menjadi 58 Per Hari. Hal Ini Dilakukan Untuk Meningkatkan Minat Penumpang (Foto: Rumah123/Getty Images)

Pengelola LRT Palembang, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menambah jumlah jadwal operasional menjadi 58 perjalanan setiap hari. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan minat penumpang.

Penambahan jumlah perjalanan ini mulai dilaksanakan sejak Jumat (07/06/2019). Sebelumnya, jumlah perjalanan LRT (Light Rail Transit/Lintas Rel Terpadu) Palembang, Sumatera Selatan sebanyak 52 perjalanan.

Situs Kompas.com mengutip pernyataan Manajer Humas PT KAI Divisi Regional III Palembang, Aida Suryanti yang menyatakan bahwa mulai 7 Juni 2019, LRT Sumsel menambah enam perjalanan.

Baca juga: Kalau Sudah Tahu Jalur LRT Jabodebek, Yuk Buruan Beli Rumah di Cibubur atau Bekasi

Untuk jam operasional, LRT Palembang ini mulai beroperasi sejak pukul 04.48 WIB (Waktu Indonesia bagian Barat) hingga 20.32 WIB. Jadwal pemberangkatan terakhir dari Stasiun Bandara pada pukul 19.30 WIB dan tiba di Stasiun DJKA pada pukul 20.32 WIB.

Penambahan jumlah perjalanan ini diharapkan bisa lebih meningkatkan minat masyarakat Palembang menggunakan LRT. Selain juga, untuk menjadikan LRT ini menjadi bagian penting dalam sistem tranportasi publik masa depan masyarakat kota Palembang.

Adanya transportasi massal ini juga diharapkan membuat masyarakat memiliki alternatif transportasi. Harapan lainnya adalah masyarakat Palembang bisa beralih ke transportasi publik.

Baca juga: LRT Akan Dibangun di Surabaya, Yuk Siap-siap Investasi Properti di Jawa Timur

Sejak diresmikan, jumlah penumpang LRT Palembang memang masih jauh dari target. Transportasi publik ini diharapkan bisa mengangkut 30 ribu penumpang per hari.

Namun, hanya ada 3.000 penumpang per hari yang naik LRT Palembang. Jumlah ini naik menjadi 5.000 penumpang per hari.

Kementerian Perhubungan dan PT KAI Indonesia sudah melakukan sejumlah cara untuk meningkatkan jumlah penumpang seperti menambah kecepatan kereta sehingga memangkas waktu tempuh dan juga mengurangi headway atau jarak kedatangan antar kereta.

Baca juga: LRT Jakarta Kembali Lakukan Uji Publik Sebelum Beroperasi Secara Komersial

Saat ini, LRT Palembang juga sudah terintegrasi dengan transportasi umum lainnya seperti Bus Damri dan Trans Musi. Hampir semua stasiun LRT terkoneksi dengan Trans Musi koridor 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 9.

LRT Palembang sudah beroperasi sejak 23 Juli 2018. LRT ini menjadi yang pertama di Indonesia lantaran LRT Jakarta dan Jabodedek masih dalam tahap konstruksi.

Transportasi massal ini sudah digunakan sejak penyelenggaraan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Hingga awal Juni, tercatat sudah 1,6 juta orang lebih telah menggunakan LRT.

Baca juga: Mau Ikut Uji Publik LRT Jakarta? Mudah Kok Cara Daftarnya

Sekedar informasi, LRT Palembang memang baru memiliki satu rute sepanjang 24,5 kilometer yang menghubungkan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II ke Kompleks Olahraga Jakabaring.

LRT Palembang berhenti di 13 stasiun yaitu Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Asrama Haji, Punti Kayu, RSUD, Garuda Dempo, Demang, Bumi Sriwijaya, Dishub, Cinde, Ampera, Polresta, Jakabaring, dan DJKA.

Jalur LRT Palembang juga melintasi Sungai Musi. Jalurnya bersisian dengan ikon Palembang yaitu Jembatan Ampera.

Baca juga: Ada Proyek LRT Jabodebek, Jalan Setiabudi Tengah Ditutup Hingga September 2020

Bagikan: 938 kali