Sebagian orang ada yang sudah menyiapkan rumah untuk dihuni setelah menikah. Baik itu dengan membeli, maupun menyewa. Sebagian lagi ada juga yang memilih untuk tinggal di rumah mertua. 

rumah mertua - rumah123.com

Alasan pasangan baru untuk tinggal di rumah mertua pun bermacam-macam. Ada yang memang tak bisa meninggalkan orang tuanya, dan ada yang sengaja menunggu tabungan DP rumah cukup. Bagi sebagian orang, tinggal di pondok mertua indah tak seindah namanya. Bahkan, gak jarang yang menganggapnya menakutkan. 

Well, bukan mau menakut-nakuti. Tapi kenyataannya, kamu memang harus mempersiapkan mental ketika memilih untuk menetap di rumah mertua. Sebab bagaimana pun, kamu dan mertua adalah dua orang asing yang tinggal bersama dalam satu atap. Sebelum kamu kaget nanti, sebaiknya ketahui dari sekarang 5 hal yang kemungkinan akan kamu hadapi jika tinggal di pondok mertua indah!

Dianggap malas ketika kamu sedikit nyantai

Hampir setiap orang tua menginginkan menantu yang rajin. Bisa bangun pagi dan membantu mengerjakan pekerjaan rumah seperti bersih-bersih hingga memasak. Memang sih, hal ini bukanlah masalah besar.

Tapi tentu saja ada saatnya kamu mau bersantai atau harus mengerjakan pekerjaan lain. Selama masih tinggal di rumah mertua, tentu mau tak mau kamu harus selalu terlihat rajin. Sebab bisa-bisa mertua menilaimu malas jika kamu terlihat nyantai!

Orang tua ikut campur masalah kamu dan pasangan

Sebesar apapun cintamu pada pasangan, gak mungkin jika kalian gak pernah berselisih pendapat. Ketika terjadi pertengkaran, sepintar apapun disembunyikan, orang tua tetap bisa membaca gerak gerik kamu dan pasangan.

Mulai dari menanyakan apa dan kenapa, lalu berujung ke nasihat seputar pernikahan. Walaupun niatnya baik, kamu bisa merasa terganggu karena merasa dicampuri urusannya. 

Harus sembunyi-sembunyi saat bermesraan

Namanya juga pasangan, tentu rasa ingin bermesra-mesraan bisa muncul kapan pun dimana pun. Gak mungkin kan kamu melakukannya di depan orang tua? Jadi setiap mau bermesraan dengan pasangan, kamu harus masuk ke dalam kamar. Kalau kamu masuk kamar di siang hari, ujung-ujungnya orang tua pun akan mempertanyakan lagi, “Ngapain siang-siang masuk kamar?” 

Diawasi dan dikritik akan banyak hal

Mertua dan menantu adalah dua orang asing yang disatukan dalam satu rumah. Keduanya punya kepribadian, sifat, dan kebiasaan yang berbeda. Jadi jangan heran jika mertua sering mengawasi dan mengomentari perilakumu. Mulai dari mengurus rumah, hingga mengasuh anak, kamu harus siap mendengar kritikan dari mertuamu. 

Pembagian pengeluaran jadi membingungkan

Bukan hanya masalah sikap, masalah uang pun akan muncul ketika kamu tinggal bersama mertua. Lantaran sudah diberi ‘tumpangan’ tempat tinggal, tentu muncul perasaan gak enak kalau gak membiayai anggaran makan sehari-hari, biaya listrik, hingga keperluan pribadi seperti sabun, shampo, odol, dan lainnya.

Hal ini kerap menjadi perdebatan antara suami dan istri yang gak sempat membahas seputar keuangan sampai sedetail ini sebelum menikah. Seringkali sang menantu merasa berat ketika harus membayar seluruhnya, apalagi jika ada anggota keluarga lain di dalam satu rumah tersebut. Namun di sisi lain, si anak merasa hal tersebut sudah menjadi kewajibannya. 

Sebaik-baiknya mertua, tentu akan lebih baik lagi jika pasangan baru tinggal terpisah dari orang tua. Kamu dan pasangan bisa membuat aturan sendiri. Bisa belajar lebih bertanggung jawab dan mandiri. Dan yang paling penting, memiliki aset berharga yang bermanfaat hingga kamu tua nanti. Tentu tak masalah jika keadaan memaksa kamu tinggal bersama orang tua. Tapi, pastikan untuk tetap memiliki rumah pribadi ya!

Bagikan: 4834 kali