Ilustrasi Foto: Rumah123/Getty
 

Jakarta Timur punya Pasar Kramatjati yang tergolong pasar sehat. Jadi, buat kamu yang berencana beli hunian di kawasan ini, atau malah udah tinggal di sini, bisa sepuasnya belanja dengan nyaman.

"Kondisi pasar cukup baik untuk masuk kategori pasar sehat, tapi saya berharap kondisi pasar bersih ini bisa terus ditingkatkan ke depannya," kata Menteri Kesehatan Nila Moeloek seperti dikutip Kompas.com, Selasa (23-10-2018).

Nila meninjau pasar tradisional tersebut pada Jumat (19-10-2018). Pasar Kramatjati terlihat bersih, lantai dan ubinnya bersih dari debu maupun sampah. Para pedagang diatur dalam zonasi berdasarkan jenis dagangan. Tempat sampah gampang ditemukan di setiap lantai. Di beberapa tempat, utamanya di lapak pedagang daging, tersedia wastafel lengkap dengan sabun. Kondisi pasar bersih dan nyaman untuk berbelanja.

Baca juga: Ga Usah Galau! Di Jakarta Timur Masih Ada Rumah dengan Harga Terjangkau 

"Tempat sampah sudah kami sediakan agar mempermudah mereka (pedagang dan konsumen) untuk membuang sampah. Kemudian kami juga punya radio-line untuk menyosialisasikan buang sampah pada tempatnya," kata Manajer PD Pasar Jaya Kramatjati, Agus Laman

Beberapa hal yang bikin Pasar Kramatjati terpilih sebagai pasar sehat:

Kondisi pasar bersih.

Tersedia ruang laktasi (menyusui):

Luasnya 78 meter persegi. Ruang laktasi disediakan bagi para ibu yang menyusui, baik pedagang maupun pembeli.

Toilet/jamban umum bersih dan ada wastafel:

"Wastafel kami  sediakan di dua titik, bagi mereka yang berkujung ke los basah sayuran dan daging, dan sebagainya. Kalau mereka sudah selesai berbelanja dan mau cuci tangan, silahkan," kata Agus.

Baca juga: Harga Tanah di Jakarta Timur Termurah Ketimbang 4 Wilayah yang Lain

Rencana penambahan fasilitas:

Fasilitas ramah difabel.

Saat ini, telah tersedia toilet difabel di lantai dasar. Untuk yang di lantai 2 dan 3 masih dalam tahap perencanaan. "Sarananya sudah ada, tetapi lantai 2 belum terjangkau oleh difabel karena butuh akses yang harus kami sediakan," ujar Agus.

Klinik (rencananya jadi satu ruangan dengan ruang laktasi).

Tempat bermain anak.  

*

Bagikan: 1084 kali