bus damri bandara soekarno-hatta- rumah123.com Ilustrasi Penumpang Bus. Pengelola Bus Damri Bandara Soekarno-Hatta Menaikkan Tarif Bus untuk Seluruh Rute. Kenaikan Bervariasi Berdasarkan Jarak (Foto: Rumah123/Getty Images)

Informasi ini penting bagi kamu yang sering wira wiri ke bandara. Tiket bus Damri Bandara Soekarno Hatta naik mulai 22 Desember 2019.

Salah satu pengelola bus Bandara Soekarno-Hatta, Perum Damri memutuskan untuk menaikkan tarif tiket bus Damri dari dan ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta mulai Ahad, 22 Desember 2019.

Penyesuaian tarif ini berdasarkan surat keputusan nomor 3956.00/PR.302/SKU/00/DU/2019 mengenai penyesuaian tarif Damri Angkutan Bandara Soekarno-Hatta. Kenaikan tarif bervariasi antara Rp10.000 hingga Rp15.000.

Baca juga: Transjakarta Buka Rute Baru Ke Bandara Soetta, Tarif Komersial Tanpa Subsidi

Damri melakukan penyesuaian tarif berdasarkan hasil survei. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) melakukan survei kepuasan pelanggan serta kemauan dan kemampuan bayar pelanggan.

Hasil riset tersebut menyatakan konsumen Damri dinilai mampu secara ekonomi membayar penyesuaian tarif Damri Bandara Soekarno-Hatta.

Adanya kenaikan tarif tersebut, operator terus berupaya meningkatkan pelayanan dan keselamatan. Perum Damri juga menambah fasilitas dan pelayanan seperti AC, wi-fi, charging spot, tempat sampah, toilet, bagasi, video music, alat pemecah kaca, hingga alat pemadam api ringan (APAR).

Baca juga: Kereta Bandara Surabaya Akan Dibangun Pada 2021

“Kami telah melakukan segala upaya untuk menghindari penyesuaian tarif layanan,” ujar Direktur Utama Perum Damri Setia N Milatia Moemin seperti dikutip dari keterangan pers yang dikutip Rumah123.com dari laman resmi Damri damri.co.id.

“Namun demikian penyesuaian tarif ini adalah sesuatu yang harus kami lakukan untuk memastikan kualitas layanan yang tinggi bagi pelanggan kami,” lanjut Setia.

Damri berupaya agar penyesuiana tarif tetap terjangkau oleh konsumen, meski pada saat bersamaan biaya operasional juga terus meningkat.

Kenaikan Tiket Bus Bandara Soekarno-Hatta Rp10.000 Hingga Rp15.000

Perum Damri memutuskan menaikkan tiket bus Bandara Soekarno-Hatta mulai dari Rp10.000 hingga 15.000. Untuk jarak dekat seperti dari bandara ke Jakarta naik Rp10.000. Sementara untuk rute terjauh hingga ke Sukabumi dan Purwakarta, tiket naik Rp15.000.

Kenaikan tiket Rp10.000 juga dikenakan untuk rute Depok, Bekasi, Tangerang, Cikarang, Merak, dan Cikarang. Jadi kalau kamu tinggal di Jakarta, kamu hanya perlu membayar Rp50.000 untuk tiket bus Damri ke Bandara Soekarno-Hatta.

Sementara bagi kamu yang tinggal di Bekasi atau Depok, tarif baru tiket bus Bandara Soekarno-Hatta juga hanya Rp55.000.

Baca juga: Oktober 2019, Penumpang Bisa Naik Turun Kereta Bandara Soekarno Hatta di Stasiun Manggarai

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan kenaikan tarif tiket bus Bandara Soekarno-Hatta yang dilakukan oleh Perum Damri ini merupakan sesuatu yang wajar. Pernyataan Menteri Perhubungan ini dikutip oleh laman berita online Kompas.com.

Budi menyatakan layanan transportasi bus bukanlah industri yang menjanjikan pada masa sekarang. Damri bisa bertahan pada masa sulit.

“Industri bus itu bukan industri yang banyak uangnya, mereka itu sudah survival menghadapi semua ini, dengan margin yang tipis,” ujar Budi Karya.

Baca juga: Kereta Bandara Rute Stasiun Bekasi-Bandara Soetta Tidak Lagi Beroperasi

Budi pun menyatakan kenaikan tarif bukan keputusan dari Kementerian Perhubungan. Penentuan tarif komersial didasarkan pada business to business.

Damri merupakan perusahaan yang berdiri sejak 1946 silam. Damri adalah singkatan dari Djawatan Angkoetan Motor Republik Indonesia. Djawatan Angkoetan adalah ejaan lama. Dalam ejaan baru berarti Jawatan Angkutan.

Damri menyelenggarakan pelayanan angkutan kota, angkutan antarkota dalam provinsi, angkutan kota antarprovinsi, angkutan khusus bandara udara, angkutan pariwisata, angkutan logistik, angkutan perintis, hingga angkuntan lintas batas negara.

Baca juga: Berkonsep Smart City, Ibu Kota Negara Miliki Jaringan Kereta Senilai Rp209 Triliun

Bagikan: 329 kali