Pemerintah memberikan fasilitas rusunawa sebagai solusi untuk mereka yang kesulitan memiliki hunian. Tapi tidak semua orang bisa menyewanya. Untuk itu, cek dulu 3 hal ini!

Penduduk makin banyak, tapi lahan makin terbatas. Problematika seperti ini memang banyak ditemui di kota-kota besar seperti Jakarta. Belum lagi harga properti makin naik dari tahun ke tahun, dan tidak seimbang dengan rata-rata kenaikan penghasilan.

Hal ini membuat masyarakat yang berpenghasilan rendah kesulitan untuk memiliki hunian. Akibatnya, tak sedikit yang memilih untuk tinggal di area permukiman kumuh atau ilegal.

Pengertian rusunawa

Untungnya, pemerintah cukup kooperatif menanggulangi masalah ini. Mereka memberikan fasilitas rumah susun sewa sebagai solusi. Mengutip dari situs resmi Perumnas, rusunawa merupakan rumah susun sederhana yang disewakan kepada masyarakat perkotaan yang tidak mampu membeli rumah, atau yang ingin tinggal sementara waktu.

Rusun yang telah dibangun oleh Perumnas tersebar di beberapa kota besar di Indonesia. Harga sewanya pun beragam. Untuk rusun yang lokasinya strategis seperti rusun KS Tubun atau Rawa Buaya, tarif sewanya sebesar Rp1,5 juta per bulan. Sedangkan rusun lainnya mulai dari Rp765 ribu per bulan.

Baca juga: Tarif Sewa Rusun DKI Jakarta Batal Naik, Tapi Tetap Bakal Ada Penyesuaian

Syarat menyewa rusunawa

Tidak semua orang bisa menyewa rumah susun. Mereka yang berhak mendapatkan rusun hanyalah yang memenuhi syarat. Sebelum menyewanya, pastikan kamu sudah masuk dalam kategori ini ya:

  • Warga Negara Indonesia yang terdiri dari Pegawai Negeri Sipil, TNI/POLRI, pekerja/buruh, masyarakat umum yang dikategorikan sebagai Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), dan mahasiswa/pelajar
  • Mampu membayar harga sewa
  • Memiliki kegiatan yang lokasinya berdekatan dengan lokasi rusun
  • Bagi yang mau menyewa rusun dengan lokasi strategis seperti rusunawa KS Tubun atau Rawa Buaya, harus memiliki penghasilan antara Rp 4 juta - Rp 7 juta. Sedangkan untuk rusun lainnya, syarat penghasilan adalah UMR  hingga Rp 4 juta.

Perlu diingat bahwa jika waktu sewa sudah berjalan, sedangkan kondisi kesejahteraanmu meningkat menjadi lebih baik, artinya kamu harus melepaskan izin sewa tersebut kepada mereka yang memenuhi syarat.

Baca juga: Tips Sewa Rumah: Begini Cara Berbagi Uang Sewa yang Adil

Cara menyewa rusunawa

Apabila kamu masuk ke dalam kategori, artinya kamu bisa mulai mengajukan permohonan sewa. Secara umum, berikut inilah persyaratan utama yang harus dipenuhi untuk bisa menyewa rusun:

  1. Fotokopi KTP
  2. Fotokopi Kartu Keluarga (KK) dan surat nikah jika sudah menikah
  3. Pas foto berwarna ukuran 3 x 4 sebanyak tiga lembar
  4. Pas foto berwarna ukuran 4 x 6 sebanyak satu lembar
  5. Surat keterangan belum memiliki rumah dari kelurahan (PM1)
  6. Surat keterangan kerja atau slip gaji
  7. Materai Rp 6 ribu sebanyak empat lembar
  8. Untuk rusun DKI Jakarta, pemohon wajib membuka rekening tabungan Bank DKI di cabang yang telah ditentukan, atas nama pemohon, serta menyetorkan jaminan sebesar 3 kali harga sewa tiap bulan.

Setelah menyiapkan dokumen-dokumen di atas, kamu bisa melakukan daftar ulang ke kantor-kantor Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) yang mau disewa. Nantinya, kamu yang telah mendaftar akan diverifikasi lagi sesuai persyaratan.

Semoga artikel ini berguna untuk kamu yang berencana menyewa rumah susun ya! Untuk tips sewa lainnya, cek artikel Rumah123.com di sini!

Bagikan: 1690 kali