Pasangan Irene Spillmann dan Michael Farkas Tinggal di Rumah yang Berada di Bawah Tanah (Foto: Rumah123/Realestate.com.au)

Kalau kamu merasa tinggal di atas permukaan tanah itu hal yang standar aja, saatnya kamu memiliki rumah di bawah tanah. Pasangan Irene Spillmann dan Michael Farkas memiliki rumah seperti ini.

Pasangan ini sudah tinggal di rumah bawah tanah selama lebih dari 20 tahun. Gokil banget kan? Mereka tinggal di Coober Pedy, sebuah kota kecil di Australia bagian Selatan.

Coober Pedy hanya memiliki 1.700 penduduk. Kota ini berjarak sekitar 1.571 km dari Melbourne, salah satu kota terbesar di benua tersebut.

Baca juga: Rumah dari Kontainer? Wah, Lebih Murah dan Ramah Lingkungan Lho

Spillmann dan Farkas tinggal di kawasan yang dahulu merupakan pertambangan. Pada 1960-an, Coober Pedy dikenal sebagai tambang batu opal.

Hunian ini memang berada di bawah tanah. Lebih tepatnya merupakan bekas tempat menambang. Lantaran di dalam tanah, rumah ini tidak perlu berbentuk persegi atau kotak. Farkas menyatakan bisa membuat ruangan dengan bentuk apa saja.

Situs properti Australia, Realestate.com.au tidak mengungkapkan jumlah kamar yang ada dalam rumah ini. Namun, rumah ini tetap memiliki ruang tidur, ruang duduk, dapur, dan kamar mandi.

Baca juga: Rumah Mungil Hasil Daur-Ulang, Pastinya Ramah Lingkungan

Pemilik Rumah Sudah Menempati Rumah Ini Selama 20 Tahun. Rumah Ini Nyaman Berkat Kehadiran Jendela (Foto: Rumah123/Realestate.com.au)

Pasangan ini menyatakan suhu dalam rumah ini cenderung stabil pada angka 22 derajat Celsius. Sementara temperatur di luar rumah memang ekstrem.

Lantaran rumah ini berada di kawasan padang pasir, maka siang hari suhunya bisa mencapai 47 derajat Celsius. Meski rata-rata masih berkisar antara 25 hingga 35 derajat Celsius. Sementara pada malam hari, suhunya bisa drop hingga di bawah minus.

“Orang-orang seharusnya membangun rumah di bawah tanah, bukan di atas tahan. Di bawah tanah, suhunya sungguh sempurna,” ujar Farkas seperti dikutip oleh Realestate.com.au.

Baca juga: Rumah Sempit Ramah Lingkungan dari Bahan Daur Ulang

Farkas meyakinkan kalau bangunan seperti ini merupakan cara pintar untuk membantu mengurangi dampak rumah terhadap lingkungan. Pasangan ini juga memanfaatkan keunggulan rumah yang mempunyai dinding batu.

Supaya rumah tetap memiliki sirkulasi udara yang bagus, pasangan ini memanfaatkan penggunaan kaca untuk jendela serta lubang udara. Rumah ini pun menjadi lebih terasa sejuk dan nyaman.

Wah, lucu juga ya kalau punya rumah di bawah tanah seperti ini. Kamu pengen juga memiliki rumah kayak begini?

Baca juga: Museum Perang yang Tersembunyi di Bawah Tanah

Rumah Ini Berada di Coober Pedy, Australia Yang Merupakan Daerah Pertambangan Yang Panas. Namun, Rumah Ini Memiliki Suhu Yang Lebih Rendah dari Area Luar (Foto: Rumah123/Realestate.com.au)
Bagikan: 273 kali