Marketing Director Loftvilles City, Gidion Indradjaja (Rumah123/Dodiek Dwiwanto)

Tidak terasa kalau Gidion Indradjaja telah menjalani karier di dunia properti hampir selama tiga dekade. Berawal dari asisten manajer di perusahaan pengembang Jan Darmadi Corporation, dia berhasil mencapai posisi atas sebagai marketing director Loftvilles City.

Dia juga sempat bekerja di beberapa perusahaan properti lainnya seperti Alam Sutera dan Bina Karya. Sebelumnya, dia sempat bekerja di bank dan perusahaan otomotif dengan menjadi tenaga pemasaran dan penjualan mobil mewah BMW.

Baca juga: Yuk, Mengenal Sosok Pakar Konstruksi Indonesia, Wiratman Wangsadinata

Pria yang memiliki latar pendidikan akuntansi ini mengaku memiliki passion dalam bidang pemasaran dan penjualan.

Namun, ada hal lain yang membuatnya memutuskan untuk hijrah dari memasarkan mobil menjadi memasarkan hunian.

Baca juga: Wow, Begini Cara Henry S. Lango Memotivasi Tim Pemasarannya

“Kalau mobil kan tergantung merek seperti BMW. Kalau jualan Avanza ya Avanza. Kita cuma kasih input, nggak bisa bikin,” ujar Gidion kepada Rumah123 di marketing office Loftvilles City, Tangerang Selatan beberapa waktu lalu.

Gidion memaparkan kalau memasarkan dan menjual mobil tentunya sesuai spesifikasi dari pabrik. Tidak mungkin seorang salesman ingin menjual kendaraan sesukanya.

Baca juga: Dari Bank, Otomotif, Kemudian Berlabuh di Dunia Properti

Berbeda halnya dengan memasarkan dan menjual hunian. Divisi pemasaran dan penjualan bisa memberikan masukan kepada manajemen mengenai properti yang akan dibangun disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan konsumen.

Ada proses yang harus dilewati sebelum membuat proyek hunian. Setelah melalui proses inilah, terciptalah proyek properti yang akan dibangun dan dikembangkan. Hal inilah yang menurut Gidion lebih memiliki menantang.

Baca juga: Wah, Lingkup Pekerjaan Properti Ternyata Luas Banget Lho! Kayak Apa Ya?

“Kalau properti kan kita bisa kreasi, kita mau bikin seperti ini, tipe 23, kita bisa nego dengan orang desain. Ya, arsitek kan idealis, mereka bilang tipe studio harus 30 meter persegi. Nah, nanti ketemu deh. Property is more creative,” katanya lagi.

Bagikan: 7758 kali