Tol Solo-Ngawi. Foto: Rumah123/Dok. Kementerian PUPR
 

Apakah kamu termasuk yang beranggapan tarif tol sekarang ini mahal? Nah, pemerintah meresponsnya dengan menurunkan tarif tol. Kok bisa? Caranya dengan memperpanjang konsesi.

Jadi, dari rata-rata 35-40 tahun menjadi 50 tahun, sehingga masa pengembalian investasi bisa lebih panjang, maka tarif tol pun bisa turun. Perpanjangan konsesi tersebut membuat tarif untuk Golongan I atau kendaraan pribadi, penurunannya bisa Rp200 per kilometer (km) atau dari Rp1.200/km menjadi Rp1.000/km.

Baca juga: Berapa Sih Total Biaya Melewati Tol Jakarta-Surabaya Saat Mudik Lebaran 2018?

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono seperti dikutip detikfinance.com, Jumat (23/03/2018). Gambaran tentang penurunan tarif tol berdasarkan adanya perpanjangan konsesi tersebut, seperti contoh yang disampaikan Basuki berikut ini.

Basuki mengambil contoh Tol Ngawi-Kertosono yang panjangnya 48 km. Berdasarkan penurunan tarif tol tersebut, maka untuk kendaraan Golongan l ongkos yang semula Rp57.600 (Rp1.200 per km x 48 km) menjadi Rp48.000 (Rp1.000 per km x 48 km).

Baca juga: Mana Aja Sih Tol Trans-Sumatera yang Bisa Dilewati Mudik Lebaran 2018?

Nah, sekarang kamu mungkin bisa mengancer-ancer berapa biaya tol yang harus kamu bayar selama perjalanan yang akan kamu tempuh. Perjalanan mudik Lebaran tahun ini, misalnya.

Bagikan: 789 kali