Ilustrasi Bus (Foto: Rumah123/REA Group Australia)

Tarif parkir akan dinaikkan. Lahan parkir juga akan dikurangi. Kebijakan ini akan diambil oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Beberapa hal tersebut akan dilakukan dengan tujuan mendorong warga DKI Jakarta untuk tidak lagi menggunakan kendaraan pribadi seperti motor dan mobil, kemudian berpindah untuk naik angkutan umum atau transportasi massal.

“Nanti ke depan kita juga akan melakukan pengetatan parkir. Pengetatan parkir itu dua (cara) yang dilakukan,” ujar Anies Baswedan seperti dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: Kalau Tarif MRT Hanya Rp8.000-9.000, Buruan Cari Hunian Dekat Stasiun MRT

“Satu adalah dengan (cara) peningkatan biaya parkir, yang kedua dengan (cara) pengurangan tempat parkir,” lanjut mantan Menteri Pendidikan tersebut.

Gubernur DKI bakal menerapkan kebijakan tersebut secepatnya. Sebelumnya, pemerintah provinsi akan merevitalisasi trotoar dan jembatan penyeberangan orang (JPO).

Nantinya, orang yang masuk ke kawasan Jalan Sudirman dan M.H. Thamrin akan didominasi oleh pemakai kendaraan umum atau pejalan kaki. Area pejalan kaki di area ini sudah diperlebar.

Baca juga: MRT Bakal Beroperasi, Rute TransJakarta Bakal Dimodifikasi

Sementara mengenai tarif parkir, Gubernur DKI sedang melakukan pengkajian yang dijadwalkan selesai pada akhir Desember 2018. Dia menargetkan kebijakan tersebut bakal diterapkan pada tahun depan.

Kebijakan tersebut sudah masuk dalam Raperda Perubahan Perda Nomor 16 Tahun 2010 mengenai Pajak Parkir yang akan segera disahkan DPRD DKI Jakarta.

Nah, sudah saatnya kamu memang beralih ke transportasi massal lho. Sebentara lagi Mass Rapid Transit (MRT) akan beroperasi. Nantinya, MRT akan terkoneksi dengan kereta commuter line, kereta bandara, TransJakarta, dan LRT (Light Rapid Transit).

Baca juga: Transpatriot Bekasi Mulai Uji Coba, Ayo Naik Angkutan Umum

Bagikan: 867 kali