Ilustrasi. Rencananya, kawasan TOD seluas 60 hektare di Manggrai akan menjadi ikon internasional. Foto: Rumah123/Jhony Hutapea

Hunian terintegrasi angkutan massal atau Transit Oriented Development (TOD) akan segera berdiri di Stasiun Manggarai. PT PP Tbk (PT PP) akan mengembangkan megaproyek ini dengan investasi Rp215 triliun. Rencananya, kawasan TOD seluas 60 hektare ini akan menjadi ikon internasional. PT PP akan menggandeng konsultan internasional yang mengembangkan TOD Hongkong.

Luas yang terbangun di kawasan hunian TOD Stasiun Manggarai bisa lebih luas, sehingga bisa menyediakan hunian lebih banyak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Baca juga: Catat Ya, Rusun di Atas Stasiun Segera Berdiri di Tanah Abang, Pondok Cina, dan Bogor

"Investasinya memang besar karena total luas bangunan yang akan dikembangkan di sana mencapaai 11,2 juta meter persegi," kata Direktur utama PT PP, Tumiyana, seperti dikutip Kontan.co.id, Selasa (10/10).

Kawasan TOD tersebut akan dibangun di sebagian lahan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan sebagian lagi masih membutuhkan lahan pembebasan. PT PP akan mengembangkan kawasan TOD tersebut dengan anak usahanya, PT PP Properti Tbk (PPRO), juga akan menggandeng perusahaan BUMN lain yakni PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).

Baca juga: TOD Depok Lebih Murah Dibanding Tanjung Barat, Beli?

Menurut Tumiyana, tidak tertutup kemungkinan akan menggandeng perusahaan swasta dalam mengembangkan hunian TOD Stasiun Manggarai. Saat ini, PT PP masih mematangkan konsep dan skema pengembangan kawasan tersebut. "Sampai tahun depan, kami masih akan mematangkan konsepnya," katanya.

Selain memenuhi kebutuhan hunian bagi MBR, hunian TOD harus nyaman untuk ditinggali meskipun terkategori subsidi. Tak heran Menteri BUMN Rini Soemarno meminta setidaknya luasan unitnya 32 meter persegi.

 
Bagikan:
2083 kali