Alergi debu secara tidak langsung bisa membahayakan saluran pernapasan. Kenali bahayanya dan atasi dengan 7 cara membersihkan rumah yang tepat berikut ini!

alergi debu

Saat di rumah, setiap orang masing-masing memiliki karakter dan sensitivitas yang berbeda dalam hal kesehatan. 

Hal ini umumnya berkaitan dengan penyakit bawaan, baik bersifat sejak lahir maupun penyakit turunan. 

Salah satu jenis penyakit yang sangat umum tersebut adalah alergi debu. 

Lantas, apakah alergi debu tersebut berbahaya bagi penghuni rumah?

Mari cari tahu bersama-sama!

Mengenal penyebab alergi debu 

Alergi debu merupakan kondisi yang terjadi disebabkan karena sistem kekebalan tubuh manusia bereaksi pada zat protein yang terkandung di dalam debu. 

Debu tersebut terbentuk dari sel-sel kulit manusia yang telah mati. 

Pada debu terdapat juga serangga atau hewan yang dapat memicu alergi dengan cepat. 

Apabila zat debu tersebut dihirup oleh manusia, sistem imunitas tubuh akan menganggap debu sebagai zat berbahaya (alergen).

Sehingga tubuh nantinya akan bereaksi dan menimbulkan gejala alergi. 

Alergi debu tidak mengenal usia penghuni rumah

Selain alergi pada kulit, alergi debu merupakan salah satu jenis alergi yang sangat sensitif untuk manusia. 

Alergi kulit umumnya lebih sering dikaitkan dengan anak-anak hingga remaja, karena kulit mereka cenderung lebih sensitif.

Lain halnya dengan alergi debu, jenis alergi ini tidak hanya terjadi pada anak-anak saja, melainkan juga pada orang dewasa.

Tak hanya mengenal usia, alergi debu bisa menimbulkan efek domino yang sangat membahayakan.

Apalagi jika ada penghuni rumah yang memiliki penyakit saluran pernapasan bawaan. 

Sebagai contoh, penderita sinusitis dan penderita asma tergolong sangat rentan terhadap penyakit alergi debu dari rumah.

Baca juga: Harga Vacuum Cleaner Pada 2020, Ada 3 Produk Terbaik yang Bisa Dipilih

Ciri-ciri alergi debu bagi penghuni rumah

Saat terkena alergi debu di rumah, ada beberapa ciri-ciri yang harus diperhatikan berikut ini. 

- Bersin-bersin.

- Hidung tersumbat dan berair.

- Mata merah, gatal dan terdapat iritasi.

- Batuk-batuk.

- Sesak napas dan dada terasa berat.

- Napas menjadi pendek dan berbunyi.

- Muncul efek gatal pada kulit. 

- Muncul ruam pada kulit.

Ciri-ciri gejala tersebut akan muncul ketika penderita terpapar dengan pemicu alergi. 

Penghuni rumah yang mengalami alergi debu bisa mengalami hal tersebut di rumah maupun rumah orang lain saat mereka berkunjung. 

Gejala alergi debu akan semakin parah apabila setelah melakukan aktivitas pembersihan seperti menyapu maupun mengelap perlengkapan rumah. 

Hal ini disebabkan karena proses pembersihan menerbangkan partikel-partikel debu sehingga memudahkan partikel debu terhirup atau hinggap di kulit. 

7 cara mengatasi alergi debu yang mudah dilakukan 

Apabila gejala alergi tersebut terjadi di diri kamu, maka ada beberapa cara dalam mengatasi alergi debu tersebut yang dideskripsikan sebagai berikut. 

1. Menjauh pemicu alergi

Lebih baik mencegah daripada mengobati adalah prinsip yang paling tepat saat menghindari kontak dari pemicu alergi.

Apabila ada pemicu alergi seperti kain yang berdebu, karpet berbulu, maka segeralah berpindah ke tempat yang lebih bersih.

Selain itu, kamu juga bisa mengganti pakaian baik baju dan celana yang terkena oleh debu sesegera mungkin. 

2.  Minum obat

Jika alergi debu tersebut kian terasa, ada baiknya jika segera meminum obat alergi tersebut.

Ada beberapa obat alergi debu yang direkomendasikan sebagai berikut:

- Obat Anthistamin: Bekerja memblokir pelepasan histamin, sehingga tubuh kamu berhenti bereaksi terhadap alergen. 

- Obat Steroid: Obat ini adalah resep dokter untuk meredakan peradangan yang muncul akibat alergi.

Steroid akan diresepkan apabila gejala alergi debu sudah disertai dengan efek merah, pembengkakan, kemerahan dan gatal-gatal.

Ada obat steroid yang diminum seperti tablet, maupun salep dan krim yang dioles ke kulit. 

- Obat Dekongestan: Obat ini dapat diminum sebagai cara mengatasi alergi debu seperti hidung berair dan tersumbat.          

3.  Oles krim gatal

Tidak hanya minum obat, kamu juga bisa menggunakan obat krim untuk mengatasi gatal karena alergi debu. 

Berikut beberapa krim gatal yang tepat untuk mengatasinya.

- Krim Kortikosteroid Topikal: Kortikosteroid oles untuk alergi bekerja dengan mengurangi gatal-gatal akibat efek peradangan alergi. 

Kamu bisa menggunakan krim gatal setelah alergi mulai bermunculan.

- Pelembap: Pelembap yang sering digunakan untuk dasar makeup atau pendingin saat kulit terbakar sinar matahari juga dapat digunakan sebagai obat alergi.

Misalnya, kamu bisa pakai yang berbahan dasar gel, seperti pelembap lidah buaya yang didinginkan di kulkas, lalu oles pada kulit gatal.

- Lotion Calamine: Calamine adalah lotion yang terbuat dari zinc oksida dan oksida besi. 

Lotion ini dapat digunakan untuk membuat kulit yang sedang meradang gatal terasa adem sejuk. 

Rasa sejuk dan dinginnya bekerja mengalihkan rasa gatal kulit. 

4. Menghindari penggunaan karpet berbulu

Hindari penggunaan karpet berbulu, baik di kamar tidur maupun di ruang keluarga apabila terdapat penghuni rumah yang memiliki alergi debu bawaan.

Sebab, bulu karpet bisa menyimpan debu yang menempel dan tak kasat mata. 

Solusi yang mudah, sebaiknya gunakan material lantai kayu sebagai pengganti karpet berbulu.

5. Ganti dan cuci perlengkapan tidur secara rutin

Mengganti dan mencuci perlengkapan tidur mulai dari sprei, selimut, maupun bed cover merupakan jurus jitu dalam mengatasi alergi debu yang alami. 

Kamu bisa mencuci perlengkapan tidur tersebut dengan air hangat untuk mematikan kotoran pada serat kain. 

Selain membersihkan perlengkapan tidur, bersihkan juga perlengkapan lainnya mulai dari keset, gorden maupun sofa secara rutin. 

Sebab, debu bisa menempel dari mana saja.

6.  Rutin membersihkan rumah

Selain membersihkan rumah, khususnya membersihkan perlengkapan tidur, kamu juga bisa membersihkan rumah dengan alat penyedot debu.

Proses pembersihan rumah sebaiknya dilakukan saat pendrita alergi sedang tidak berada di rumah.

Umumnya, pembersihan sebuah rumah memerlukan waktu antara 1 sampai 2 jam.

7.  Menggunakan humidifier di rumah

Salah satu cara mengatasi debu yang tepat adalah menggunakan alat pelembap udara atau humidifier di rumah. 

Fungsi dari humidifier tersebut untuk mengatur kelembapan udara di rumah. 

Jangan terlalu kering, jangan pula terlalu lembap karena bisa memicu berkembangnya jamur.

Punya penyakit alergi debu, haruskah ke dokter?

Memang alergi debu memiliki ciri-ciri dan gejala yang hampir mirip seperti penyakit asma dan infeksi saluran pernapasan lainnya. 

Kadang, cukup sulit membedakan antara pilek biasa dan alergi.

Namun, jika alergi debu dapat sembuh secara alami dan cepat, kamu tidak harus pergi ke dokter. 

Sementara, apabila gejala alergi tersebut tidak berhenti dalam beberapa hari dan semakin buruk, sangat disarankan untuk berkonsultasi ke dokter sebagai pertolongan utama.

Dapat disimpulkan jika alergi debu memang salah satu hal yang sensitif bagi penghuni rumah. 

Oleh sebab itu, pastikan kita untuk menjaga kebersihan rumah dengan baik dan benar. 

Cari tahu cara hidup sehat bagi keluarga hanya di artikel.rumah123.com.

Bagikan:
792 kali